Jerman Terdegradasi dari UEFA Nations League, Begini Komentar Sane

UEFA Nations League

Tim nasional Jerman harus menerima kenyataan pahit di pentas UEFA Nations League musim ini. Der Panzer gagal bersaing di Liga A yang dihuni tim-tim terbaik di benua Eropa. Setelah menyelesaikan fase penyisihan grup, Jerman ternyata gagal bersaing sehingga akhirnya harus turun kasta ke Liga B.

Jerman di pertandingan terakhir hanya mampu mendulang satu poin. Bermain di kandang sendiri, Jerman berhasil diimbangi tim tamu Belanda dengan skor 2-2. Dengan satu poin belum cukup bagi tim besutan Joachim Loew mengejar perolehan poin Prancis dan Belanda yang sama-sama mengemas tujuh poin. Sementara Belanda lolos ke semi final dengan status juara grup. Der Oranje unggul head to head atas tim juara dunia tersebut.

Kegagalan ini tentu disesali kubu Jerman. Sebagaimana diungkapkan Leroy Sane. Pemain Manchester City itu menyesali hasil tersebut. Pasalnya mereka sebenarnya lebih dulu memimpin dua gol di babak pertama. Spasang gol tuan rumah dicetak oleh Timo Werner di menit kesembilan dan Leory Sane di menit ke-20. Sementara itu Belanda mampu mencuri dua gol di penghujung pertandingan melalui Quincy Promes di menit ke-85 dan Virgil van Dijk di menit ke-90.

“Jelas kami semua ingin memenangi pertandingan ini, kami sudah meraih skor 2-0,” beber Sane.

Lebih lanjut, pemain berambut gimbal itu mengatakan hasil akhir ternyata tidak sesuai harapan. Di balik kekalahan ini ia melihat ada sisi positif. Kegagalan ini menjadi kesempatan belajar bagi timnya untuk menjadi lebih baik di masa mendatang.

“Hasil akhir laga ini sedikit mengecewakan. Namun, semua orang harus bisa melihat bagaimana kemajuan yang telah kami lakukan dan kami ingin terus melangkah ke depan,” sambungnya.

Sementara itu mantan pemain timnas Jerman, Hans Peter Briegel pun turut buka suara. Ia langsung menuding Pep Guardiola sebagai kambing hitam di balik performa kurang meyakinkan timnas Jerman. Ia beralasan, Guardiola telah memberi pengaruh buruk bagi sepak bola Jerman. Guardiola yang pernah melatih tim papan atas Bundesliga, Bayern Muenchen dianggap telah meninggalkan konsep yang keliru dalam sepak bola.

“Ini semua salah Pep Guardiola karena ia mencurangi kami dengan mengatakan bahwa kemenangan akan bisa diraih dengan 75 persen penguasaan bola,” beber Briegel.

Lebih lanjut Briegel mengatakan konsep tersebut ternyata keliru. Saat ini yang lebih penting adalah hasil akhir, bukan penguasaan bola. Menurutnya penguasaan bola sama sekali tidak menjamin kemenangan.

“Hal tersebut jelas keliru karena hasil dalam sepak bola lebih penting daripada kemampuan mengontrol permainan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *