Tottenham Tekuk Inter Milan di Matchday 5 Liga Champions

Tottenham Hotspur berhasil memetik kemenangan di pekan kelima penyisihan Grup B Liga Champions. Bermain di kandang sendiri di Stadion Wembley, London, Rabu, 28 November 2018 waktu setempat atau Kamis dini hari WIB, Spurs sukses membungkam tim tamu Inter Milan satu gol tanpa balas. Gol tunggal kemenangan The Lilywhites dicetak oleh Christian Eriksen di menit ke-80.

Tambahan tiga poin membuat posisi Spurs di tabel klasemen berubah. Armada Mauricio Pochettino naik ke peringkat kedua dengan tabungan tujuh poin. Spurs menggeser Inter Milan yang harus turun ke urutan ketiga. Sekalipun kedua tim sama-sama mengemas tujuh poin, Spurs berhak di urutan kedua karena unggul head to head.

Sementara itu posisi puncak masih ditempati Barcelona. Blaugrana mengemas 13 poin dari lima pertandingan. Dengan demikian Barcelona sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar. Sementara itu Spurs masuk akan bersaing dengan Inter untuk mendapat satu tiket terakhir.

Pertandingan keenam akan sangat menentukan langkah kedua tim. Spurs akan menjalani pertandingan sulit di pekan terakhir. Mereka akan menghadapi pemuncak klasemen yakni Barcelona. Sementara itu Inter Milan akan menghadapi wakil Eredivisie Belanda, PSV Eindhoven yang sudah tidak memiliki harapan lolos ke babak selanjutnya. PSV saat ini mendekam di dasar klasemen dengan raihan total satu poin dari lima pertandingan yang telah dijalani.

Meski menghadapi laga berat, pelatih Spurs tetap optimis. Pochettino yakin timnya bisa mengimbangi bahkan memetik kemenangan atas raksasa La Liga itu.

“Untuk datang ke Barcelona dan bersaing di bentuk terbaik kami, kami harus memiliki kaki yang segar, pikiran yang segar, tidak ada cedera; untuk melawat dengan kondisi seperti itu ke Barcelona tentu kami harus merotasi skuat,” beber Pochettino.

Pelatih asal Argentina itu menyebut laga tersebut bakal sulit. Namun ia yakin timnya bisa menang.”Kami menaruh respek besar terhadap Barcelona. Barcelona adalah salah satu tim terbaik di Eropa, dan tentu saja mereka memiliki pemain yang luar biasa. Laga ini akan sulit tetapi kami memiliki keyakinan bahwa kami bisa menang,” tegasnya.

Susunan pemain Tottenham Hotspur versus Inter Milan:

Tottenham Hotspur (4-2-3-1): 1-Hugo Lloris; 24-Serge Aurier, 4-Toby Alderweireld, 5-Jan Vertonghen, 33-Ben Davies, 8-Harry Winks, 17-Mousa Sissoko, 11-Erik Lamela, 20-Dele Alli, 27-Lucas Moura, 10-Harry Kane.

Pelatih: Mauricio Pochettino.

Inter Milan (4-2-3-1): 1-Samir Handanovic; 33-Danilo D’Ambrosio, 6-Stefan de Vrij, 37-Milan Skriniar, 18-Kwadwo Asamoah; 8-Matias Vecino, 77-Marcelo Brozovic; 16-Matteo Politano, 14-Radja Nainggolan, 44-Ivan Perisic; 9-Mauro Icardi.

Pelatih: Luciano Spalletti.

Hasil Pekan Ke-13 La Liga, Madrid Keok, Barcelona Imbang

Real Madrid dan Barcelona memetik hasil berbeda di pekan ke-13 La Liga Spanyol. Tim yang disebutkan pertama menelan hasil negative saat bertandang ke Stadion Municipal de Ipurua pada Sabtu, 24 November 2018. Los Blancos takluk dari tuan rumah Eibar dengan skor telak 0-3.  Tiga gol Eibar masing-masing dicetak oleh Gonzalo Escalante di menit ke-16, Sergi Enrich di menit ke-52, dan Kike di menit ke-57.

Berbeda dengan Real Madrid, Barcelona hanya bisa memetik hasil imbang saat menghadapi Atletico Madrid. Pertandingan yang digelar di kandang Atletico di Stadion Wanda Metropolitano berakhir dengan skor 1-1. Diego Costa menjadi pencetak gol bagi Atletico di menit ke-77. Sementara dari kubu Barcelona, gol dicetak oleh Ousmane Dembele di menit ke-90.

Gagal mendulang poin sempurna membuat Barcelona harus rela posisi puncak klasemen sementara La Liga jatuh ke tangan Sevilla. Sevilla ke puncak setelah mencatatkan kemenangan satu gol tanpa balas atas tim tamu Real Valladolid.

Sevilla telah mengemas 26 poin dari 13 pertandingan, unggul satu poin dari Barcelona di peringkat kedua. Sementara itu Real Madrid gagal bergeser dari posisi keenam. Los Blancos baru mengemas 20 poin dari 13 pertandingan yang telah dilakoni.

Berikut hasil pekan ke-13 La Liga Spanyol hingga Senin (26/11/2018):

Leganes 1-0 Deportivo Alaves (Youssef En-Nesyri 42)

SD Eibar 3-0 Real Madrid (Gonzalo Escalante 16′, Sergi Enrich 52′, Kike 57′)

Valencia 3-0 Rayo Vallecano (Santi Mina 35′, 61′, Kevin Gameiro 76′)

Huesca 2-2 Levante (Christrian Rivera 23′, Xabier Etxeita 51′; Roger Marti 45+1′, Emmanuel Boateng 74′)

Atletico Madrid 1-1 Barcelona (Diego Costa 77′; Ousmane Dembele 90′)

Athletic Bilbao 1-1 Getafe (Peru Nolaskoain 67′; Jaime Mata 77′)

Sevilla 1-0 Real Valladolid (Andre Silva 30′)

Espanyol 1-3 Girona (Borja Iglesias 74′; Christhian Stuani 4′, 6′, Seydou Doumbia 90′)

Villarreal 2-1 Real Betis (Gerard Moreno 52′, Samuel Chukwueze 54′; Giovani Lo Celso 90′)

Jerman Terdegradasi dari UEFA Nations League, Begini Komentar Sane

Tim nasional Jerman harus menerima kenyataan pahit di pentas UEFA Nations League musim ini. Der Panzer gagal bersaing di Liga A yang dihuni tim-tim terbaik di benua Eropa. Setelah menyelesaikan fase penyisihan grup, Jerman ternyata gagal bersaing sehingga akhirnya harus turun kasta ke Liga B.

Jerman di pertandingan terakhir hanya mampu mendulang satu poin. Bermain di kandang sendiri, Jerman berhasil diimbangi tim tamu Belanda dengan skor 2-2. Dengan satu poin belum cukup bagi tim besutan Joachim Loew mengejar perolehan poin Prancis dan Belanda yang sama-sama mengemas tujuh poin. Sementara Belanda lolos ke semi final dengan status juara grup. Der Oranje unggul head to head atas tim juara dunia tersebut.

Kegagalan ini tentu disesali kubu Jerman. Sebagaimana diungkapkan Leroy Sane. Pemain Manchester City itu menyesali hasil tersebut. Pasalnya mereka sebenarnya lebih dulu memimpin dua gol di babak pertama. Spasang gol tuan rumah dicetak oleh Timo Werner di menit kesembilan dan Leory Sane di menit ke-20. Sementara itu Belanda mampu mencuri dua gol di penghujung pertandingan melalui Quincy Promes di menit ke-85 dan Virgil van Dijk di menit ke-90.

“Jelas kami semua ingin memenangi pertandingan ini, kami sudah meraih skor 2-0,” beber Sane.

Lebih lanjut, pemain berambut gimbal itu mengatakan hasil akhir ternyata tidak sesuai harapan. Di balik kekalahan ini ia melihat ada sisi positif. Kegagalan ini menjadi kesempatan belajar bagi timnya untuk menjadi lebih baik di masa mendatang.

“Hasil akhir laga ini sedikit mengecewakan. Namun, semua orang harus bisa melihat bagaimana kemajuan yang telah kami lakukan dan kami ingin terus melangkah ke depan,” sambungnya.

Sementara itu mantan pemain timnas Jerman, Hans Peter Briegel pun turut buka suara. Ia langsung menuding Pep Guardiola sebagai kambing hitam di balik performa kurang meyakinkan timnas Jerman. Ia beralasan, Guardiola telah memberi pengaruh buruk bagi sepak bola Jerman. Guardiola yang pernah melatih tim papan atas Bundesliga, Bayern Muenchen dianggap telah meninggalkan konsep yang keliru dalam sepak bola.

“Ini semua salah Pep Guardiola karena ia mencurangi kami dengan mengatakan bahwa kemenangan akan bisa diraih dengan 75 persen penguasaan bola,” beber Briegel.

Lebih lanjut Briegel mengatakan konsep tersebut ternyata keliru. Saat ini yang lebih penting adalah hasil akhir, bukan penguasaan bola. Menurutnya penguasaan bola sama sekali tidak menjamin kemenangan.

“Hal tersebut jelas keliru karena hasil dalam sepak bola lebih penting daripada kemampuan mengontrol permainan,” pungkasnya.

Manchester City Tekuk Rival Sekota dalam Derby Manchester

Manchester City sukses memenangkan derbi Manchester menghadapi tim sekota, Manchester United. Pada pertandingan pekan ke-12 Liga Primer Inggris yang berlangsung di Stadion Etihad, Minggu, 11 November 2018 itu, tuan rumah City menang dengan skor 3-1. Tiga gol tuan rumah masing-masing dicetak oleh David Silva di menit ke-12, Sergio Aguero di menit ke-48, dan Ilkay Guendogan di menit ke-86. Sementara itu satu-satunya gol tim tamu dicetak oleh Anthony Martial di menit ke-58.

Tambahan tiga poin membuat City total mengemas 32 poin sekaligus mengamankan posisi puncak klasemen sementara. Manchester Biru unggul dua poin dari Liverpool yang beberapa jam sebelumnya sukses meraih kemenangan atas Fulham.

Sementara itu bagi Manchester United, kekalahan ini membuat posisi mereka tertahan di urutan kedelapan dengan tabungan 20 poin. Setan Merah kalah selisih gol dari Bournemouth dan Watford yang berada di depan mereka. Sementara itu United masih berjarak tujuh poin dari peringkat keempat, Tottenham Hotspur.

Selain berkontribusi pada kemenangan timnya, torehan satu gol di pertandingan ini menorehkan catatan tersendiri bagi Sergio Aguero. Aguero kini telah mengemas total delapan gol sepanjang terlibat dalam derby Manchester. Jumlah gol tersebut sama seperti Wayne Rooney yang pernah berseragam Manchester United.

Tidak hanya Aguero, Martial di kubu United pun menorehkan rekor pribadi. Satu gol di laga ini melengkapi catatan tak pernah absen mencetak gol dalam lima pertandingan Liga Primer Inggris secara beruntun. Ia mengikuti jejak beberapa pemain besar United sebelumnya mulai dari Eric Cantona, Wayne Rooney, Ruud van Nisterlrroy, hingga Cristiano Ronaldo.

Kedua pelatih, Pep Guardiola dan Jose Mourinho menurunkan formasi terbaik di laga sarat gengsi ini. Namun demikian tuan rumah mampu mengendalikan permainan. Hal ini dibuktikan dengan torehan tiga gol di pertandingan ini.

Susunan pemain Mancheste City versus Manchester United:

Manchester City (4-3-3): 31-Ederson Moraes; 2-Kyle Walker, 22-Benjamin Mendy, 14-Aymeric Laporte, 5-John Stones; 21-David Silva (47-Phil Foden 90+2′), 25-Fernandinho, 20-Bernardo Silva; 26-Riyad Mahrez (19-Leroy Sane 62′), 10-Sergio Aguero (8-Ilkay Guendogan 75′), 7-Raheem Sterling

Pelatih: Pep Guardiola

Manchester United (4-3-3): 1-David de Gea; 18-Ashley Young, 12-Chris Smalling, 2-Victor Lindelof, 23-Luke Shaw; 27-Marouane Fellaini, 31-Nemanja Matic, 21-Ander Herrera (8-Juan Mata 73′); 14-Jesse Lingard (9-Romelu Lukaku 57′), 11-Anthony Martial, 10-Marcus Rashford (7-Alexis Sanchez 73′)

Pelatih: Jose Mourinho

Jadwal Pertandingan Minggu, 11 November 2018: Dortmund Vs Muenchen, Man United Vs Man City

Duel sengit akan tersaji di pentas Bundesliga Jerman akhir pekan ini. Tepatnya pada Minggu, 12 November 2018, akan berlangsung pertarungan antara dua tim unggulan yakni Borussia Dortmund menghadapi Bayern Muenchen. Di laga ini Dortmund akan bertindak sebagai tuan rumah.

Dari pentas Liga Primer Inggris, beberapa tim unggulan akan bertanding. Tottenham Hotspur akan bertandang ke markas Crystal Palace. Di stadin Etihad, akan berlangsung pertandingan antara duo Manchester yakni Manchester United versus Manchester City. City akan bertindak sebagai tuan rumah.

Di laga lainnya, Arsenal akan menjamu tim promosi, Wolverhampton Wanderers di Stadion Emirates.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya:

Minggu, 11 November 2018
00.00 Ekstraklasa Polandia Lechia Gdansk vs Cracovia Streaming
00.00 Serie A Italia SPAL 2013 vs Cagliari beIN Sports 3
00.30 Liga Primer Inggris Crystal Palace vs Tottenham Hotspur beIN Sports 1
00.30 Bundesliga Jerman Borussia Dortmund vs Bayern München FOX Sports
00.30 La Liga Spanyol Atlético Madrid vs Athletic Bilbao beIN Sports 2
00.30 Championship Inggris West Bromwich Albion vs Leeds United Streaming
01.45 Eredivisie Belanda De Graafschap vs PSV Eindhoven iNews TV
02.00 Ligue 1 Perancis Nîmes Olympique vs Nice beIN Sports 3
02.00 Série A Brasil Corinthians vs São Paulo Streaming
02.30 Serie A Italia Genoa vs Napoli beIN Sports 1
02.45 La Liga Spanyol Girona vs Leganés beIN Sports 2
03.00 Copa Libertadores Final leg 1:
Boca Juniors vs River Plate
La Bombonera, Buenos Aires, Argentina
Streaming
03.30 Liga Primeira Portugal Porto vs Braga Streaming
11.00 Kejuaraan Futsal AFF Perebutan Tempat Ketiga: Vietnam vs Indonesia MNCTV
13.00 A-League Australia Adelaide United vs Perth Glory beIN Sports 2
14.00 Liga Super Tiongkok Shanghai Shenhua vs Shandong Luneng Streaming
14.00 Liga Super Tiongkok Tianjin Quanjian vs Shanghai SIPG Streaming
14.00 Kejuaraan Futsal AFF Final:
Malaysia vs Thailand
GOR UNY, Yogyakarta, Indonesia
Streaming
15.00 A-League Australia Melbourne Victory vs Central Coast Mariners beIN Sports 2
15.30 Liga 1 Indonesia Arema FC vs Perseru Serui Indosiar
15.30 Liga 2 Indonesia Grup B: Persita Tangerang vs Persiraja Banda Aceh tvOne, USee TV
18.00 La Liga Spanyol Deportivo Alavés vs Huesca beIN Sports 2
18.30 Serie A Italia Atalanta vs Internazionale Milan beIN Sports 3
19.00 Liga Primer Inggris Liverpool vs Fulham beIN Sports 1
20.30 Eredivisie Belanda Excelsior vs Ajax Amsterdam iNews TV
21.00 Serie A Italia Roma vs Sampdoria beIN Sports 3
21.00 Serie A Italia Chievo Verona vs Bologna beIN Xtra
21.00 Serie A Italia Empoli vs Udinese beIN Xtra
21.00 Ligue 1 Perancis Girondins de Bordeaux vs Stade Malherbe Caen beIN Xtra
21.00 Liga Super India Kerala Blasters vs Goa FOX Sports 3
21.15 Liga Primer Inggris Chelsea vs Everton beIN Sports 1, MNCTV
21.30 Bundesliga Jerman RB Leipzig vs Bayer Leverkusen FOX Sports
22.00 Süper Lig Turki Fenerbahce vs Alanyaspor beIN Xtra
22.15 La Liga Spanyol Barcelona vs Real Betis beIN Sports 2, SCTV
22.45 Eredivisie Belanda Heracles Almelo vs Feyenoord Rotterdam iNews TV
23.00 Liga Primer Rusia CSKA Moscow vs Zenit St. Petersburg Streaming
23.00 Ligue 1 Perancis Olympique de Marseille vs Dijon beIN Xtra
23.30 Liga Primer Inggris Manchester City vs Manchester United beIN Sports 1, RCTI
23.30 Liga Primer Inggris Arsenal vs Wolverhampton Wanderers beIN Sports 3

Morata Gemilang, Chelsea Tekuk Crystal Palace

Chelsea memetik kemenangan di pekan ke-11 Liga Primer Inggris. Bermain di kandang sendiri di Stadion Stamford Bridge, Minggu, 4 November 2018, The Blues memetik kemenangan dengan skor 3-1. Alvaro Morata tampil gemilang dengan mencetak dua gol dari antaranya. Dua gol tersebut masing-masing dicetak di menit ke-32 dan 65. Satu gol lagi dicetak oleh Pedro Rodriguez di menit ke-70. Sementara satu gol tim tamu lahir dari kaki Andros Townsend di menit ke-53.

Kemenangan ini menjaga peluang Chelsea menjadi juara musim ini. Kini Si Biru sudah mengemas total 27 poin dari 11 pertandingan. Chelsea unggul selisih gol atas Liverpool di peringkat ketiga dan hanya berjarak dua poin dari pemuncak klasemen sementara, Manchester City.

Selain itu, Maurizio Sarri menorehkan catatan tersendiri. Ia menjadi pelatih Chelsea pertama yang mampu mencatatkan 11 pertandingan tanpa kekalahan. Rekor tersebut hanya mampu dilakukan Frank Clark saat menangani Nottingham Forest pada 1994 silam.

Sementara kekalahan ini membuat Crystal Palace tak beranjak dari papan bawah. Palace baru mengemas delapan poin dari 11 pertandingan dan menempati peringkat ke-14. Palace hanya unggul dua poin dari Newcastle United yang berada di urutan ke-17 atau satu tingkat di atas zona degradasi.

Chelsea tampil menyerang sejak menit awal. Menurunkan formasi terbaik, Si Biru langsung menekan sejak awal. Maurizio Sarri menurunkan semua pemain terbaiknya demi mengejar poin di pertandingan ini.

Serangan demi serangan yang dilancarkan sejak menit pertama baru berbuah gol di menit ke-32. Morata sukses mencatatkan namanya di papan skor. Keunggulan satu gol itu bertahan hingga turun minum.

Setelah jeda, tim tamu langsung mengambil inisiatif menyerang. Babak kedua baru berjalan  delapan menit, tim tamu mampu menyamakan kedudukan. Townsend berhasil memperdaya kiper tuan rumah, Kepa Arrizabalaga.

Skor imbang membuat tekanan Chelsea semakin meningkat. Menit ke-65, Morata berhasil menggetarkan gawang tim tamu sekaligus membuat timnya unggul. Chelsea tidak juga mengendurkan serangan meski sudah unggul.

Lima menit kemudian giliran Pedro Rodriguez yang menggetarkan gawang Wayne Hennessey. Setelah gol dari mantan pemain Barcelona itu, kedudukan di papan skor tak juga berubah hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai.

Susunan pemain Chelsea versus Crystal Palace:

Chelesea: 1-Kepa Arrizabalaga, 30-David Luiz, 2-Antonio Ruediger, 3-Marcos Alonso, 28-Cesar Azpilicueta, 5-Jorginho (4-Francesc Fabregas 80′), 8-Ross Barkley (17-Mateo Kovacic 64′), 7-N’Golo Kante, 22-Willian Borges (10-Eden Hazard 64′), 11-Pedro Rodriguez, 29-Alvaro Morata

Pelatih: Maurizio Sarri

Crystal Palace: 13-Wayne Hennessey, 12-Mamadou Sakho, 5-James Tomkins, 3-Patrick van Aanholt, 29-Aaron Wan-Bissaka, 4-Luka Milivojevic, 18-James McArthur (15-Jeffrey Schlupp 80′), 8-Cheikhou Kouyate, 7-Maximilian Meyer (14-Jordan Ayew 71′), 10-Andros Townsend, 11-Wilfried Zaha

Pelatih: Roy Hodgson

Ditekuk Timnas U-19 Jepang, Timnas U-19 Indonesia Gagal Ke Piala Dunia

Tim nasional U-19 Indonesia harus menguburkan impiannya untuk tampil di Piala Dunia junior tahun depan. Hal ini menyusul kekalahan atas tim nasional U-19 Jepang di babak perempat final. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu, 28 Oktober 2018, skuad Garuda Muda menyerah dua gol tanpa balas.

Dua gol tim Samurai Biru dicetak oleh Highasi Shunki di menit ke-40 dan Taishei Miyashiro di menit ke-70. Kemenangan tersebut lebih dari cukup mengantar mereka ke Piala Dunia bersama tiga kontestan lainnya yang lolos ke babak semi final.

Kedua tim menurunkan formasi terbaik di pertandingan ini. Jepang yang lebih diunggulkan di laga ini langsung menekan sejak menit awal. Sementara armada Indra Sjafri coba bermain lebih bertahan untuk menahan serangan para pemain Jepang. Strategi ini cukup berhasil meredam agresivitas para pemain Jepang. Sesekali Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan melancarkan serangan balik cepat.

Jepang sempat membobol gawang Indonesia di menit ke-11. Namun gol yang dicetak Daiki Hashioka dianulir wasit karena sang pemain dianggal telah lebih dulu berada dalam posisi offside. Lima menit sebelum babak pertama usai, Jepang akhirnya berhasil mencetak gol. Sepakan keras Shunki dari luar kotak penalti berhasil mengoyak gawang tuan rumah yang dijaga Muhammad Riyandi. Jepang berhasil mempertahankan keunggulan satu gol hingga kedua tim ke ruang ganti.

Setelah jeda, Indoensia berusaha mengejar ketertinggalan. Selama 45 menit babak kedua, Indonesia mampu menguasai jalannya pertandingan. Jepang yang selalu ditekan berhasil menambah gol di menit ke-70 melalui Taishei Miyashiro.

Tertinggal dua gol, tuan rumah berusaha meningatkan intensitas serangan. Beberapa peluang diperoleh di antaranya melalui Todd Rivaldo Ferre. Namun rapatnya pertahanan Jepang membuat para pemain Indonesia tak kunjung mencetak gol hingga laga usai. Jepang pun lolos ke babak semi final dan menjadi salah satu kontestan yang mewakili Asia di Piala Dunia U-20 2019 di Polandia.

“Dalam laga tadi cukup membingungkan karena tiba-tiba hujan deras dan petir. Saya curiga ada suporter Indonesia yang berdoa dan meminta hujan turun saat melawan kami,” canda pelatih Timnas U-19 Jepang, Masanaga Kageyama.

Susunan pemain timnas U-19 Indonesia versus timnas U-19 Jepang:

Timnas U-19 Indonesia (5-3-2): 1-Muhammad Riyandi; 3-Asnawi Mangkualam Bahar, 2-Kadek Raditya Maheswara, 13-Rachmat Irianto, 18-Indra Mustafa, 11-Firza Andika; 17-Syahrian Abimanyu, 7-Muhammad Luthfi Kamal, 8-Witan Sulaeman; 15-Saddil Ramdani, 19-Hanis Saghara

Pelatih: Indra Sjafri

Timnas U-19 Jepang (4-4-2): 12-Kosei Tani, 2-Higashi Shunki, 3-Kobayashi Yuki, 15-Ayumu Seko, 4-Daiki Hashioka, 5-Yukinari Sugawara; 6-Saito Mitsuki, 7-Hiroki Ito, 8-Kanya Fujimoto, 10-Hiroki Abe; 20-Miyashiro Taisei, 9-Takefusa Kubo

Pelatih: Masanaga Kageyama

Griezmann Prediksi Barcelona Menangi El Clasico Kontra Real Madrid

Perhatian para pencinta sepak bola internasional umumnya dan La Liga Spanyol khususnya akan menaruh perhatian pada duel sarat gengsi di pekan ke-10. Dua raksasa sekaligus musuh bebuyutan akan saling berhadapan. Barcelona akan menjamu Real Madrid di Stadion Camp Nou, Minggu, 28 Oktober 2018 waktu setempat.

Seperti duel-duel El Clasico sebelumnya laga kali ini kembali diprediksi berlangsung seru sekalipun tanpa Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, bintang di masing-masing tim. Saat ini Ronaldo telah hijrah ke Serie A bersama Juventus. Sementara Lionel Messi tengah dibekap cedera yang dialami beberapa waktu lalu.

Striker Atletico Madrid, Antoine Griezmann memprediksi pertandingan ini tetap berjalan menarik meski tidak ada dua pemain terbaik di dunia itu. “Ini akan menjadi pertandingan menarik seperti El Clasico sebelumnya,” beber Griezmann.

Siapa yang akan memenangkan pertandingan ini? Pemain depan internasional Prancis itu lebih mengunggulkan Barcela. Tanpa Messi, Barcelona masih memiliki sederet pemain bintang yang bisa dijadikan andalan untuk menaklukkan El Real.

“Cukup disayangkan Lionel Messi tidak bisa tampil, tetapi Barcelona masih memiliki pemain lain untuk mengalahkan Real Madrid,” sambungnya.

Namun demikian, salah satu pemain yang bersinar di Piala Dunia 2018 itu tetap tidak meremehkan Madrid. Menurutnya, klub rival sekota itu tetap berpotensi menyulitkan Barcelona lantaran mereka pun memburu kemenangan demi meraih poin dan menjaga gengsi.

“Di sisi lain, Real Madrid juga pasti mengincar kemenangan. Laga ini pantas untuk disaksikan,” tandasnya.

Sementara itu Presiden La Liga, Javier Tebas tetap antusias menyambut El Clasico kali ini.  Ia mengatakan bukan Barcelona dan Real Madrid yang pantas merasa kehilangan tetapi sebaliknya. Mengingat ini merupakan duel klasik antaradua tim besar maka kedua pemain itu pantas menyayangkan absen di laga ini.

“Saya pikir Ronaldo dan Messi yang merasa kehilangan sesuatu karena tidak terlibat dalam laga El Clasico ini,” beber Tebas.

Lebih lanjtu Tebas menyatakan aura dan atmosfer El Clasico tidak akan berkurang tanpa kedua pemain bintang itu. “El Clasico tidak akan kehilangan karena saya pikir ini akan menjadi level maksimal dengan dua tim dan saya pikir mereka lebih hebat dari pemain,” tandasnya.

Barcelona Bungkam Inter Milan 2-0 di Camp Nou

Barcelona memetik kemenangan di matachday ketiga penyisihan grup B Liga Champions. Menjamu Inter Milan di Stadion Camp Nou, Rabu, 24 Oktober 2018 atau Kamis dini hari WIB, Blaugrana menang dua gol tanpa balas. Dua gol tuan rumah dicetak oleh Rafinha di menit ke-32 dan Jordi Alba di menit ke-83.

Barcelona tidak diperkuat sang kapten sekaligus andalan di lini depan, Lionel Messi. Pemain asal Argentina itu masih menjalani perawatan pasca cedera yang dialami di pentas La Liga beberapa waktu lalu. Namun demikian Barcelona tetap mampu menguasai jalannya pertandingan.

Kemenangan ini mengantar Barcelona ke puncak klasemen sementara Grup B dengan raihan total sembilan poin dari tiga pertandingan yang telah dijalani. Sementara Inter tertahan di urutan kedua dengan tabungan enam poin.

Bermain di hadapan pendukung sendiri membuat Barcelona lebih percaya diri. Mereka mampu menguasai laga sejak menit awal. Peluang pertama diperoleh di menit ke-13. Sepakan keras Philippe Coutinho dari luar kotak penalti masih jauh dari sasaran.

Barcelona mencetak gol pertama di menit ke-32. Bermula dari umpan silang Luis Suarez, Rafinha dengan tenang menerima bola dan melanjutkan dengan sepakan kaki kiri. Samir Handanovic yang berada di bawah mistar gawang Internazionale tak bisa berbuat banyak.

Gol tersebut membuat Barcelona makin percaya diri. Namun hingga kedua tim ke ruang ganti tak ada tambahan gol.

Situasi tak banyak berubah di babak kedua. Inter berusaha mengejar ketertinggalan. Beberapa peluang diperoleh tim tamu di amtaranya melalui Lautaro Martinez. Namun justru Barcelona yang mampu menambah gol di menit ke-83. Gol Jordi Alba memastikan kemenangan tuan rumah. Hingga Ovidiu Hategan asal Rumania meniup peluit panjang tak ada gol tercipta.

Susunan pemain Barcelona versus Inter Milan:

Barcelona (4-3-3): 1-Marc-Andre ter Stegen; 3-Gerard Pique, 18-Jordi Alba, 20-Sergi Roberto, 15-Clement Lenglet; 8-Arthur, 4-Ivan Rakitic, 5-Sergio Busquets; 7-Philippe Coutinho, 12-Rafinha, 9-Luis Suarez

Pelatih: Ernesto Valverde

Inter Milan (4-2-3-1): 1-Samir Handanovic; 23-Joao Miranda, 33-Danilo D’Ambrosio, 37-Milan Skriniar, 18-Kwadwo Asamoah; 8-Matias Vecino, 77-Marcelo Brozovic; 44-Ivan Perisic, 87-Antonio Candreva, 20-Borja Valero; 9-Mauro Icardi

Pelatih: Luciano Spalletti

Gol Icardi Menangkan Inter Atas AC Milan

Inter Milan akhirnya keluar sebagai pemenang dalam laga derbi menghadapi AC Milan. Pertandingan lanjutan pekan kesembilan Serie A Italia yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu, 21 Oktober 2018 waktu setempat atau Senin dini hari WIb dimenangkan Inter dengan skor 1-0. Gol tunggal kemenangan La Beneamata dicetak oleh Mauro Icardi di penghujung laga tepatnya di menit ke-90+2.

Kemenangan ini mengantar Inter ke peringkat ketiga dengan 19 poin dari sembilan laga yang telah dimainkan. Inter tertinggal dua poin dari Napoli di urutan kedua dan enam poin dari Juventus di puncak klasemen. Sementara itu Milan masih tertahan di papan tengah tepatnya di peringkat 12 dengan raihan total 12 poin.

Kedua tim menurunkan formasi terbaik di pertandingan ini. Inter langsung mengambil inisiatif menyerang sejak awal. Menit ke-12 para pendukung I Nerazurri bersorak setelah Icardi membobol gawang Milan yang dijaga Gianluigi Donnarumma. Namun wasit Marco Guida menganulir gol tersebut.

Peluang yang sama diperoleh Milan. Sontekan Mateo Musacchio berhasil menjebol gawang Inter yang dijaga Samir Handanovic. Namun sang pengadil pertandingan membatalkan gol tersebut karena menganggap Mateo lebih dulu berada dalam posisi offside. Skor kacamata bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua situasi tak juga berubah. Saling serang mewarnai laga ini. Pertandingan hampir saja berakhir seri bila Icardi tidak membuat gol di penghujung laga. Berawal dari umpan Matias Vecino dari sisi kanan pertahanan Milan, bola lambung berhasil disambut Icardi dengan tandukan. Pemain asal Argentina itu berhasil memperdaya Donnarumma untuk membawa timnya unggul. Hingga laga usai skor tak juga berubah.

Pelatih Inter, Luciano Spalletti mengaku timnya bermain lebih baik di laga ini. Ia mengaku anak asuhnya pantas meraih tiga poin. “Sudah pasti Inter layak meraih kemenangan. Oleh karena itu kami layak mendapatkan pujian. Bukan karena kami menginginkannya, melainkan karena bermain lebih baik,” beber Spalletti.

Lebih lanjut Spalletti mengatakan timnya terus mematok target kemenangan di laga-laga selanjutnya. Ia mengaku para pemainnya berhasil menerapkan strategi yang tepat dengan menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang.

“Memang berbahaya jika terlalu menekan, karena ada kemungkinan kebobolan melalui skema serangan balik, tetapi kami hebat hari ini dan memaksa Milan kehilangan bola secara terus-menerus,” lanjutnya

Susunan pemain Inter Milan versus AC Milan:

Inter Milan (4-2-3-1): 1-Samir Handanovic; 2-Sime Vrsaljko, 6-Stefan de Vrij, 37-Milan Skriniar, 18-Kwadwo Asamoah; 8-Matias Vecino, 77-Marcelo Brozovic; 16-Matteo Politano, 14-Radja Nainggolan (20-Borja Valero 30′), 44-Ivan Perisic; 9-Mauro Icardi.

Pelatih: Luciano Spalletti.

AC Milan (4-3-3): 99-Gianluigi Donnarumma; 2-Davide Calabria, 22-Mateo Musacchio, 13-Alessio Romagnoli, 68-Ricardo Rodriguez; 79-Franck Kessie, 21-Lucas Biglia, 5-Giacomo Bonaventura; 8-Suso, 9-Gonzalo Higuain, 10-Hakan Calhanoglu.

Pelatih: Gennaro Gattuso.