Jerman Jadi Tim Paling Banyak Bermain di Piala Dunia, Indonesia Masuk Daftar Paling Sedikit Bermain

Nama Indonesia juga masuk dalam daftar sejarah Piala Dunia. Indonesia tercatat sebagai negara yang paling sedikit bermain di Piala Dunia. Satu-satunya penampilan Indonesia saat masih bernama Hindia Belanda.

Timnas Indonesia

Sebaliknya Jerman menjadi tim dengan jumlah penampilan terbanyak di Piala Dunia. Der Panzer tercatat telah melakoni 106 pertandingan sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia.

Berikut daftar rekor di Piala Dunia:

Rekor Turnamen

Paling Banyak Bermain – 106, Jerman

Paling Sedikit Bermain – 1, Indonesia (Hindia Belanda)

Paling Banyak Menang – 70, Brasil

Paling Banyak Kalah – 24, Meksiko

Paling Banyak Seri – 21, Italia

Paling Banyak Mencetak Gol- 224, Jerman

Paling Banyak Kebobolan – 121, Jerman

Paling Sedikit Mencetak Gol – 0, Kanada, Tiongkok, Indonesia (Hindia Belanda), Trinidad-Tobago, RD Kongo (Zaire)

Paling Sedikit Kebobolan – 2, Angola

Rata-Rata Gol Tertinggi per Pertandingan – 2,72, Hongaria

Rata-Rata Gol Terendah per Pertandingan – 0,67, Angola

Rata-Rata Kebobolan Tertinggi per Pertandingan – 6, Indonesia (Hindia Belanda)

Duel Paling Sering Terjadi – 7 kali, Brasil vs Swedia (1938, 1950, 1958, 1978, 1990, 1994 (2)), Jerman vs Yugoslavia/Serbia (1954, 1958, 1962, 1974, 1990, 1998, 2010), dan Jerman vs Argentina (1958, 1966, 1986, 1990, 2006, 2010, 2014)

Duel Paling Sering Terjadi di Final – 3 kali, Argentina vs Jerman (1986, 1990, 2014)

Tak Terkalahkan Di Turnamen – 7 kali, Brasil (1958, 1962, 1970, 1978, 1986, 1994, 2002)

Paling Sering Tersingkir Tanpa Kekalahan – 3 kali, Inggris (1982, 1990, 2006)

Paling Sering Tersingkir Tanpa Kemenangan – 6, Meksiko (1930, 1950, 1954, 1958, 1966, 1978) dan Bulgaria (1962, 1966, 1970, 1974, 1986, 1998)

Dalam Satu Turnamen

Paling Banyak Menang – 7, Brasil, 2002

Paling Sedikit Menang dan Menjadi Juara – 3, Uruguay, 1950

Kemenangan Terbanyak tanpa Menjadi Juara (Tidak Termasuk Perebutan Tempat Ketiga) – 6, Belanda 2010, Argentina 2014

Paling Banyak Kalah – 3, (28 tim, Mesksiko melakukannya di tiga turnamen (1930, 1950, 1978))

Paling Banyak Kalah dan Menjadi Juara – 1 Jerman, 1954 & 1974; Argentina, 1978; Spanyol, 2010

Peringkat Tertinggi Tanpa Meraih Kemenangan – Perempat-final, Republik Irlandia (1990)

Peringkat Tertinggi Dengan Satu Kemenangan – Peringkat Keempat, Swedia (1938)

Paling Banyak Mencetak Gol – 27, Hongaria, 1954

Paling Banyak Mencetak Gol dan Menjadi Juara – 25, Jerman, 1954

Paling Sedikit Mencetak Gol dan Menjadi Juara – 8, Spanyol, 2010

Rata-Rata Gol Terendah per Pertandingan dan Menjadi Juara – 1,14, Spanyol 2010

Paling Sedikit Mencetak Gol dan Mencapai Final – 5, Argentina, 1990

Paling Sedikit Kebobolan – 0, Swiss, 2006

Paling Banyak Kebobolan – 16, Korea Selatan, 1954

Paling Sedikit Kebobolan dan Menjadi Juara – 2, Prancis 1998, Italia 2006, Spanyol 2010

Paling Banyak Kebobolan dan Menjadi Juara – 14, Jerman, 1954

Menit Terlama Tanpa Kebobolan – 517 menit, Italia, 1990

Selisih Gol Tertinggi – 17 gol, Hongaria, 1954

Selisih Gol Tertinggi dan Menjadi Juara – 14 gol, Brasil 2002, Jerman 2014

Selisih Gol Terendah dan Menjadi Juara – 6 gol, Italia 1982, Spanyol 2010

Rata-Rata Gol Tertinggi per Pertandingan – 5,4, Hongaria, 1954

Rata-Rata Selisih Gol Tertinggi per Pertandingan dan Menjadi Juara – 3,0, Uruguay 1930

Pertandingan Terbanyak di Kualifikasi untuk Lolos ke Piala Dunia – 22 pertandingan, Australia (2018)

Jarak Tempuh Terpanjang di Kualifikasi – 155.000 mil (249.448 km), Australia (2018)

Siapa Wasit Tertua, Termuda dan Memiliki Penampilan Terbanyak di Piala Dunia?

Selain 32 negara peserta, kiprah para wasit di Piala Dunia 2018 juga layak dinanti. Mereka adalah aktor penting bagi terselenggaranya pertandingan. FIFA selaku penyelenggara dan penanggung jawab event akbar empat tahunan itu telah mengumumkan para wasit yang akan memimpin jalannya pertandingan di Rusia nanti.

Wasit Piala Dunia

Dari Asia, FIFA memberikan kesempatan kepada Fahad Al-Mirdasi (Arab Saudi), Ryuji Sato (Jepang), Alireza Faghani (Iran) Mohamed Abdulla (UEA), Ravshan Irmatov (Uzbekistan), dan Nawaf Shukralla (Bahrain).

Gehad Grisha (Mesir), Mehdi Abid Charef (Aljazair), Bakary Gassama (Gambia), Malang Diedhiou (Senegal), Janny Sikazwe (Zambia), dan Bamlak Tessema Weyesa (Ethiopia) mewakili Afrika.

Dari Amerika Tengah dan Utara ada Joel Aguilar (El Salvador), Mark Geiger (AS), Jair Marrufo(AS), Ricardo Montero (Kosta Rika), John Pitti (Panama), dan Cesar Ramos (Meksiko). Nestor Pitana (Argentina), Sandro Ricci (Brasil), Julio Bascunan (Cile), Wilmar Roldan (Kolombia), Enrique Caceres (Paraguay), dan Andrés Cunha (Uruguay) mewakili Amerika Selatan.

Dari Oseania diwakili oleh Matthew Conger (Selandia Baru), dan Norbert Hauata (Polinesia Perancis). Nama-nama tenar seperti Felix Brych (Jerman), Cuneyt Cak?r (Turki), Sergei Karasev (Rusia), Bjorn Kuipers (Belanda), Milorad Mazic (Serbia), Antonio Mateu Lahoz (Spanyol), Szymon Marciniak (Polandia), Gianluca Rocchi (Italia), Damir Skomina (Slovenia), dan Clement Turpin (Perancis) menjadi wakil dari Eropa.

Meski begitu tidak ada satu pun dari antaranya yang telah mengukir sejarah di Piala Dunia. Mereka masih kalah dari nama-nama seperti John Langenus asal Belgia, Ivan Eklind dari Swedia, Benjamin Griffiths dari Wales. Nama-nama ini mengisi lembaran sejarah Piala Dunia sebagai wasit dengan penampilan terbanyak.

Mereka telah tampil di tiga Piala Dunia dalam rentang waktu berbeda-beda. Tidak hanya itu masih ada sederet wasit legendaris seperti Oscar Ruiz asal Kolombia yang memimpin pertandingan di edisi 2002 hingga 2010. Di samping itu ada Carlos Eugenio Simon dari Brasil yang tampil di era yang sama dengan Ruiz. Lebih kekinian lagi adalah Marco Rodriguez yang tampil di tiga edisi berbeda sejak 2006 hingga 2014.

Berikut sederet rekor wasit sepanjang sejarah Piala Dunia:

Wasit dengan Penampilan Turnamen Terbanyak – 3, John Langenus (Belgia, 1930–1938), Ivan Eklind (Swedia, 1934–1950), Benjamin Griffiths (Wales, 1950–1958), Arthur Ellis (Inggris, 1950–1958), Juan Gardeazabal (Spanyol, 1958–1966), Jamal Al Sharif (Suriah, 1986–1994), Joel Quiniou (Prancis, 1986–1994), Ali Mohamed Bujsaim (UEA, 1994–2002), Oscar Ruiz (Kolombia, 2002–2010), Carlos Eugênio Simon (Brasil, 2002–2010), Marco Rodriguez (Meksiko, 2006–2014)

Wasit dengan Penampilan Laga Terbanyak – 9, Ravshan Irmatov (Uzbekistan, 2010–2014)

Wasit dengan Penampilan Laga Terbanyak dalam Satu Turnamen – 5, Benito Archundia (Meksiko, 2006), Horacio Elizondo (Argentina, 2006), Ravshan Irmatov (Uzbekistan, 2010)

Wasit Termuda – 24 tahun 193 hari – Juan Gardeazábal (Spanyol, 1958)

Wasit Tertua – 53 tahun 236 hari – George Reader (Inggris, 1950)

Paolo Dybala Jalani Latihan Bersama Timnas Argentina

Paolo Dybala dan Lionel Messi akhirnya bisa berada dalam satu tim. Sebelumnya kedua pemain ini dinilai sulit untuk bergabung dalam tim yang sama mengigat memiliki gaya bermain yang sama. Pelatih tim nasional Argentina, Jorge Sampaoli memasukan nama Dybala dalam daftar pemain yang akan tampil di Piala Dunia 2018.

Dybala dan Messi pun sudah menjalani latihan bersama. Menurut Dybala berada dalam tim yang sama dengan Messi sungguh luar biasa. Lebih lanjut bintang Juventus itu mengatakan bisa berlatih bersama Messi adalah kesempatan luar biasa.

Paolo Dybala

“Mengikuti sesi latihan dan memiliki kesempatan melihat Lionel Messi setiap hari sungguh luar biasa. Anda dapat belajar banyak dari kualitas yang dia miliki,” ungkap Dybala.

Dybala sempat ditepikan dari timnas Argentina. Namun pemain muda tersebut akhirnya dipanggil memperkuat Albiceleste di event akbar empat tahunan yang akan berlangsung di Rusia sejak 14 Juni hingga 15 Juli 2018.

Dybala pun mengaku senang akhirnya bisa memperkuat Tim Tango. Apalagi ia bisa belajar banyak dari sang kapten, Messi. Menurutnya dengan materi pemain yang ada mereka akan berjuang untuk meraih trofi Piala Dunia yang saat ini dipegang Jerman.

“Kami semua ingin dinobatkan sebagai juara dunia. Kami sadar hal ini tidak akan mudah, tetapi kami memiliki pemain terbaik dalam sejarah sepak bola dan kami akan melakukan segalanya demi mencapainya,” sambungnya.

Ia pun bertekad untuk membantu Messi mewujudkan impian meraih gelar juara dunia. Messi sudah beberapa kali gagal mengantar negaranya memenangkan trofi bergengsi di antaranya Piala Dunia 2014 dan dua kali Copa America.

“Kami memiliki keinginan besar untuk membantu Lionel Messi mencapai sesuatu yang sangat hebat. Kami akan mencoba membantunya dari setiap lini di lapangan pertandingan. Adalah mimpi setiap pemain untuk menjadi juara dunia,” pungkasnya.

Dybala sebenarnya sudah beberapa kali dipanggil ke timnas Argentina. Bahkan ia sudah lima kali bermain bersama Messi dengan total menit bermain sebanyak 250 menit. Publik tentu menanti seperti apa performa kedua pemain itu di timnas Argentina.

Di putaran final Piala Dunia 2018 Argentina tergabung di Grup D bersama Nigeria, Kroasia dan Islandia. Di atas kertas Kroasia merupakan lawan terberat Messi dan kawan-kawan. Namun Islandia dan Nigeria tak bisa diremehkan. Islandia merupakan tim kuda hitam yang telah memberikan kejutan di Piala Eropa 2016 lalu. Sementara Nigeria memiliki skuad mumpuni yang memadukan pemain muda dan senior.

Berikut jadwal pertandingan Grup D Piala Dunia 2018:

Argentina – Islandia (16 Juni, Moskwa Spartak) – 20.00 WIB

Kroasia – Nigeria (17 Juni, Kaliningrad) – 02.00 WIB

Argentina – Kroasia (22 Juni, Nizhni Novgorod) – 01.00 WIB

Nigeria – Islandia (22 Juni, Volgograd) – 22.00 WIB

Islandia – Kroasia (27 Juni, Rostov-on-Don) – 01.00 WIB

Nigeria – Argentina (27 Juni, St. Petersburg) – 01.00 WIB

Mohamed Salah Tetap Optimis Tampil di Piala Dunia 2018

Mohamed Salah tengah melamai masa sulit. Setelah gagal membawa Liverpool menjadi juara Liga Champions Eropa musim ini, pemain tersebut pun harus bergulat dengan cedera. Cedera itu dialami di partai final setelah terlibat benturan dengan bek Real Madrid, Sergio Ramos. Ia pun harus mengakhiri pertandingan lebih dini, ditarik keluar pada menit ke-31.

Meski ada yang meragukannya, Salah optimis dirinya bisa tampil di Piala Dunia 2018. Ia mengaskan dirinya adalah sosok petarung. Ia yakin bisa pulih tepat waktu dan membela tim nasional Mesir di Piala Dunia 2018 yang akan digelar di Rusia sejak 14 Juni hingga 15 Juli mendatang.

Salah disinyalir mengalami diskolasi bahu setelah terjatuh dalam posisi yang kurang baik. Pelatih Liverpool bahkan sempat meragukan kondisi Salah untuk bisa tampil di event akbar empat tahunan tersebut.

Mohamed Salah

Meski begitu pemain berusia 26 tahun tetap meyakinkan para penggemarnya bahwa ia akan tampil di Rusia nanti.  Hal itu diungkapkan di jejaring sosial twitter. “Itu adalah malam yang sangat sulit, tapi aku adalah seorang petarung. Meski banyak spekulasi, aku yakin bisa tampil di Rusia dan membuat kalian semua bangga,” kicau Salah.

Lebih lanjut ia mengatakan dukungan yang diberikan kepadanya menjadi tambahan semangat yang membuatnya bisa melewati saat-saat sulit ini.

“Cinta dan dukungan dari kalian akan memberiku kekuatan yang aku butuhkan,” pungkasnya.

Salah menjadi pemain kunci Liverpool sepanjang musim ini. Di musim pertamanya bersama The Reds, mantan pemain AS Roma itu telah mengemas 44 gol dalam 52 pertandingan di semua kompetisi. Pemain yang pernah dibuang Chelsea itu bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Primer Inggris musim ini, sekaligus pencetak gol terbanyak di kompetisi tersebut, mengalahkan bomber Tottenham Hotspur, Harry Kane yang merebut predikat tersebut dalam dua tahun terakhir.

Di Piala Dunia nanti, Mesir berada di Grup A bersama tuan rumah Rusia, Arab Saudi, dan Uruguay. Pertandingan pertama akan mempertemukan Salah dan kawan-kawan dengan Uruguay di Yakaterinburg pada 15 Juni 2018.

Sebelum tampil di putaran final Piala Dunia 2018, Mesir akan melakoni dua laga uji coba, masing-masing menghadapi Kuwait dan Belgia. Kedua pertandingan ini sekaligus menjadi momen seleksi bagi enam pemain yang akan dicoret dari daftar sementara yang berisi 29 pemain yang akan diboyong ke Rusia.

Berikut skuad bayangan timnas Mesir untuk Pila Dunia 2018:

Kiper: Essam El-Hadary (Al Taawoun), Mohamed El-Shennawy (Al Ahly), Sherif Ekramy (Al Ahly), Mohamed Awad (Ismaily)

Bek: Ahmed Fathi (Al Ahly), Saad Samir (Al Ahly), Ayman Ashraf (Al Ahly), Mahmoud Hamdy (Zamalek), Mohamed Abdel-Shafy (Al Fath) Ahmed Hegazi (West Brom), Ali Gabr (West Brom), Ahmed Elmohamady (Aston Villa), Karim Hafez (RC Lens), Omar Gaber (LAFC), Amro Tarek (Orlando City)

Tengah: Tarek Hamed (Zamalek), Mahmoud Abdel Aziz (Zamalek), Shikabala (Al Raed), Abdallah Said (KuPS), Sam Morsy (Wigan), Mohamed Elneny (Arsenal), Kahraba (Ittihad), Ramadan Sobhi (Stoke City), Mahmoud “Trezeguet” Hassan (Kasimpasa), Amr Warda (Atromitos)

Depan: Marwan Mohsen (Al Ahly), Ahmed Gomaa (Al Masry) Ahmed “Koka” Mahgoub (SC Braga), Mohamed Salah (Liverpool)

Jelang Piala Dunia 2018, Legenda Kroasia Ingin Negaranya Ulangi Kejayaan 20 Tahun Silam

Publik tentu masih ingat sepak terjang Kroasia di Piala Dunia 1998 di Prancis. Saat itu Kroasia menjadi tim kuda hitam yang mengejutkan dunia. Betapa tidak, negara pecahan Yugoslavia itu mampu mencuri perhatian. Di laga debutnya di Piala Dunia mereka langsung mengukir prestasi dengan finis di peringkat ketiga dengan mengalahkan Belanda dengan skor 2-1.

Tidak hanya itu salah satu bintang saat itu adalah Davor Suker. Suker tidak hanya mengantar negaranya ke semi final, tetapi juga mampu menjadi pemain tersubur di pentas elit empat tahunan tersebut dengan raihan total enam gol. Kini Suker masih menjadi bagian dari sepak bola Kroasia namun dalam kapasitasnya sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Kroasia.

Suker pun berharap para penerusnya mampu mengulangi pencapaian 20 tahun lalu.  Ia akan membantu untuk memberikan dukungan moril dan material kepada para pemain Kroasia. Sebelum berlaga di putaran final mereka akan menjalani serangkaian uji coba termasuk menghadapi favorit juara, Brasil di Stadion Anfield, Inggris pada 3 Juni mendatang.

Davor Suker

 “Sungguh kesempatan emas bisa uji tanding melawan salah satu tim terhebat dunia itu. Saya harap kami bisa bermain bagus di laga besok dan di Rusia,” ungkap Suker.

Lebih lanjut di pertandingan itu ia akan memantau sejauh mana kesipana timnya. Selain kebugaran, faktor lain yang diperhatikan adalah kemampuan timnya dalam menghadapi para pemain kelas dunia yang menghuni skuad Samba.

“Saya juga akan pantau kebugaran para pemain. Harapannya, agar semua pemain dalam skuad bisa bermain prima. Karena itulah modal awal kami bisa raih hasil maksimal nantinya,” sambungnya.

Pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalic sudah memangkas pemain dari 32 orang menjadi 24 orang untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2018. Menariknya Kroasia memiliki sederet pemain top yang kini menjadi tulang punggung sejumlah klub elite Eropa. Beberapa dari antaranya adalah Luka Modric, Ivan Rakitic, Mario Mandzukic, dan Ivan Perisic.

Dengan amunisi tersebut, Dalic berharap timnya bisa berbicara banyak di Rusia nanti. “Setidaknya kami butuh minimal dua pemain bintang untuk mengisi setiap lini formasi. Mandzukic, misalnya, dia akan jadi tumpuan kami di depan,” ungkap Darlic.

Tidak hanya menyertakan para pemain senior, pelatih berusia 51 tahun itu juga memanggil beberapa pemain muda. Beberapa di antaranya adalah bek berusia 21 tahun bernama Duje Caleta Car dan gelandang berusia 26 tahun Filip Baradaric. Mereka dipersiapkan menjadi pelapis bek gaek Vedran Corluka yang mengalami cedera betis.

“Kehilangan Corluka sungguh bikin saya pusing. Tapi kami masih punya pilihan lain, termasuk darah muda. Saya pikir tim ini sudah cukup kompak,” pungkas Darlic.

Daftar Rekor Tim dengan Kemenangan Beruntun dan Terbesar di Piala Dunia

Dalam hitungan hari Piala Dunia 2018 akan digelar di Rusia. Event akbar tersebut akan dimulai pada 14 Juni dan berakhir sebulan kemudian pada 15 Juli 2018. Piala Dunai yang merupakan ajang presitius di dunia sepak bola telah melahirkan banyak catatan sejarah.

Pada bagian ini akan dibeberkan sejarah terkait tim dengan rekor lolos beruntun ke Piala Dunia. Selain itu ada pula tim dengan catatan kemenangan terbesar dan rekor laga beruntunt tanpa kekalahan. Brasil masih menjadi negara dengan sejarah kuat di Piala Dunia. Negara dari Amerika Selatan ini mencatatkan diri sebagai peserta yang paling sering tampil di Piala Dunia. Bahkan sejak 1930, Brasil tidak pernah absen tampil di Piala Dunia.

Dengan demikian Brasil sudah 15 kali tampil di Piala Dunia dan mencatatkan diri sebagai negara dengan jumlah kelolosan beruntun terbanyak. Brasil menungguli Jerman dengan catatan 14 kali lolos secara beruntun yakni sejak 1934 hingga 2018.

Brazil piala dunia

Lantas negara mana yang berada di puncak rekor kemenangan beruntun terbanyak? Rekor ini kembali menjadi milik Brasil. Tim Samba pernah meraih 11 kemenangan beruntun yang dicatat sejak kemenangan atas Turki di Piala Dunia 2002 hingga kemenangan atas Ghana di Piala Dunia 2006. Kontra Turki, Brasil menang dengan skor 2-1. Sementara saat mengharapi Ghana, Selecao menang tiga gol tanpa balas.

Begitu pula di daftar laga beruntun tanpa kekalahan. Brasil mencatatkan 13 pertandingan beruntun tanpa kekalahan sejak Piala Dunia 1958 hingga Piala Dunia 1966. Di Piala Dunia 1958, Brasil membungkam Austria tiga kosong. Sementara di Piala Dunia 1966, Brasil menaklukkan Bulgaria dua gol tanpa balas.

Berikut daftar rekor beruntun, terbesar, terbanyak di Piala Dunia:

Lolos Beruntun – 15, Brasil (1930-2018) dan 14, Jerman (1934–2018)

Gagal Lolos Beruntun – 20, Luksemburg (1934–2018)

Kemenangan Beruntun Terbanyak – 11 Brasil, 2002 vs Turki (2-1) s/d 2006 vs Ghana (3-0)

Laga Beruntun Tanpa Kekalahan – 13, Brasil, 1958 vs Austria (3-0) s/d 1966 vs Bulgaria (2-0)

Kekalahan Beruntun Terbanyak – 9, Meksiko,1930 vs Prancis (1-4) s/d 1958 Swedia (0-3)

Laga Beruntun Tanpa Kemenangan – 17, Bulgaria, 1962 vs Argentina (0-1) s/d 1994 Nigeria (0-3)

Hasil Seri Beruntun Terbanyak – 5, Belgia, 1998 vs Belanda (0-0) s/d 2002 vs Tunisia (1-1)

Laga Beruntun Terbanyak Tanpa Hasil Seri – 16, Portugal, 1966 vs Hongaria (3-1) s/d 2006 vs Belanda (1-0)

Laga Beruntun Terbanyak Mencetak Satu Gol atau Lebih – 18, Brasil (1930–1958)  dan Jerman (1934–1958)

Laga Beruntun Terbanyak Mencetak Dua Gol atau Lebih – 11, Uruguay (1930–1954)

Laga Beruntun Terbanyak Mencetak Tiga/Empat Gol Atau Lebih – 4, Uruguay (1930–1950), Hongaria (1954), Portugal (1966), Jerman (1970), Brasil (1970)

Laga Beruntun Terbanyak Mencetak Enam/Delapan Gol Atau Lebih – 2, Hongaria (1954) (8 gol); Brasil (1950) (6 gol)

Laga Beruntun Terbanyak Tanpa Mencetak Gol – 5, Bolivia (1930, 1950, 1994), Aljazair (1986, 2010), Honduras (1982, 2010, 2014)

Laga Beruntun Terbanyak Tanpa Kebobolan (Clean Sheets) – 5, Italia (1990)  dan Swiss (2006, 2010)

Menit Beruntun Terbanyak Tanpa Kebobolan – 559 menit, Swiss (1994, 2006, 2010)

Pelatih Prancis Beberkan Alasan Tak Bawa Martial ke Piala Dunia 2018

Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps buka suara terkait keputusannya tak menyertakan Anthony Martial ke Piala Dunia 2018. Martial menjadi satu dari beberapa pemain bintang yang gagal tampil di event akbar empat tahunan yang akan digelar di Rusia sejak 14 Juni hingga 15 Juli 2018.

Selain Martial, pemain bintang lain yang gagal bersaing ke Rusia adalah Alexander Lacazette. Pemain depan Arsenal itu tak mampu mencuri perhatian Deschamps yang memiliki banyak pilihan di lini depan. Deschamps akhirnya lebih memilih untuk membawa Olivier Giroud, Antoine Griezmann, Kylian Mbappe dan Nabel Fekir.

“Mereka bermain bagus pada laga melawan Jerman, tetapi seluruh tim juga bermain bagus saat itu, Tetapi itu tetap hanya sebuah laga uji coba, meskipun melawan Jerman,” ungkap Deschamps terkait performa Martial dan Lacazette.

Anthony Martial

Lebih lanjut, Deschamps mengatakan dirinya sudah melakukan analisis mendalam terkait penampilan kedua pemain itu. Termasuk juga peran yang bisa dimainkan di putaran final Piala Dunia 2018 nanti.

“Saya pernah memainkan keduanya dalam beberapa situasi, baik sejak awal maupun sebagai pengganti. Saya telah melakukan analisa secara komplet soal apa yang telah mereka tunjukan dan peran yang mungkin mereka bisa berikan di Piala Dunia 2018,” sambungnya.

Namun dari hasil pertimbangan itu ia akhirnya lebih memilih Giroud, Griezmann, Mbappe, dan Fekir. Menurutnya keputusan itu lebih mempertimbangkan faktor kebutuhan tim di Piala Dunia nanti.

“Terdapat kompetisi yang kuat. Saya lebih memilih Giroud, Griezmann, Mbappe dan Fekir sebagai penyerang saya meski mereka bisa bermain di posisi yang lain,” lanjutnya.

Baginya para pemain yang dipilih itu layak untuk terlibat persaingan dengan tim-tim lain. Ia memberi contoh Mbappe yang menurutnya memiliki potensi menjadi pemain bintang. Di laga-laga uji coba sebelumnya pemain Paris Saint-Germain (PSG) itu bermain cemerlang.

“Lihat saja performa Mbappe melawan Rusia belakangan ini. Saya kira tak ada pemain yang bisa menyamai dia di posisi itu,” pungkasnya.

Selain Martial dan Lacazette, Deschamps juga tidak memanggil beberapa striker top. Salah satunya adalah Karim Benzema. Tidak ada yang meragukan kualitas pemain depan Real Madrid ini. Namun Deschamps lebih memilih beberapa pemain muda ketimbang Benzema.

Di lini  tengah, Deschamps memadukan pemain senior dan junior seperti Blaise Matuidi (Juventus), N’Golo Kante (Chelsea), Steven N’Zonzi (Sevilla), Paul Pogba (Manchester United), dan Corentin Tolisso (Bayern Munich).

Sementara itu di barisan pertahanan Deschamps memberi tempat kepada Lucas Hernandez (Atletico Madrid), Presnel Kimpembe (Paris St Germain), Benjamin Pavard (VfB Stuttgart), Benjamin Mendy (Manchester City), Djibril Sidibe (Monaco), Adil Rami (Olympique de Marseille), Samuel Umtiti (Barcelona), Raphael Varane (Real Madrid).

Alphone Areola (Paris St Germain), Hugo Lloris (Tottenham Hotspur), dan Steve Mandanda (Olympique de Marseille) akan bersaing untuk menjadi kiper utama.

Nestor Araujo, Bek Sentral yang Gagal Perkuat Meksiko di Piala Dunia 2018

Kabar buruk menerpa tim nasional Meksiko jelang Piala Dunia 2018. Salah satu tulang punggung di event akbar empat tahunan tersebut batal tampil akibat cedera lutut pada Maret lalu. Hingga saat ini pemain yang berposisi sebagai bek sentral itu belum juga pulih. Tak heran ia pun dicoret dari daftar pemain yang akan dibawa ke Rusia nanti.

Kepastian itu diperoleh setelah sang pemain melakukan pemeriksaan medis di Mexico City pada Senin kemarin. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan staf medis timnas Meksiko, pemain yang memperkuat Santos Laguna itu diprediksi tidak akan pulih tepat waktu. Sekalipun dipaksakan masuk skud Meksiko, ia pun bakal absen di laga pertama penyisihan grup menghadapi Jerman pada 17 Juni 2018.

Dengan demikian dari informasi resmi yang disampaikan pihak Federasi Sepak Bola Meksiko diputuskan sang pemain terpaksa dicoret dari skuad akhir.

Nestor Araujo

“Direktur tim nasional menginformasikan bahwa, setelah mempelajari masalah Nestor Araujo, dengan kesepakatan bersama dan komunikasi konstan dengan Santos Laguna, maka diputuskan bahwa sang pemain harus dicoret dari kamp timnas Meksiko setelah menunjukkan masalah di tendon [lutut],” ungkap pihak Federasi Sepak Bola Meksiko.

Selanjutnya Nestor akan dikembalikan ke klub untuk menjalani pemulihan lebih lanjut. “Nestor Araujo akan kembali ke klubnya dan staf medis di Santos Laguna lah yang akan memutuskan soal langkah selanjutnya.”

Sejauh ini Meksiko belum memutuskan skuad final yang akan diboyong ke Rusia. Sebelumnya pelatih timnas sudah merilis 28 pemain yang akan bersaing mendapat 23 tempat di skuad utama. Dicoretnya Nestor maka kini tersisa 27 pemain yang sedang berada di pusat pelatihan. Menurut rencana skuad akhir akan dirilis pada 4 Juni mendatang.

Absennya Nestor, stok pemain di lini belakang Meksiko kini tersisa delapan orang. Mereka adalah Diego Reyes, Héctor Moreno, Miguel Layún, Carlos Salcedo, Edson Álvarez, Jesús Gallardo, Hugo Ayala, dan Rafael Márquez.

Selain nama-nama itu, pelatih timnas Juan Carlos Osorio, juga memanggil sederet pemain senior seperti Guillermo Ochoa, Hector Moreno, Andres Guardado, Carlos Vela, dan tentu saja Javier “Chicharito” Hernandez.

Berikut skuat sementara Meksiko untuk Piala Dunia 2018:

Kiper: Guillermo Ochoa, Jesús Corona, Alfredo Talavera.

Bek: Diego Reyes, Héctor Moreno, Miguel Layún, Carlos Salcedo, Edson Álvarez, Jesús Gallardo, Hugo Ayala, Rafael Márquez.

Gelandang: Jonathan dos Santos, Andrés Guardado, Héctor Herrera, Marco Fabián, Javier Aquino, Jonathan González, Jesús Molina, Erick Gutiérrez.

Penyerang: Tecatito Corona, Hirving Lozano, Chicharito Hernández, Raúl Jiménez, Carlos Vela, Javier Aquino, Jurgen Damm, Giovani dos Santos.

Deretan Rekor Kiper dan Adu Penalti di Piala Dunia

Piala Dunia selalu menghadirkan kejutan. Tim-tim unggulan tidak sedikit yang menuai hasil negatif. Tidak hanya itu, banyak catatan menarik terjadi di event akbar empat tahunan tersebut. Beberapa di antaranya terkait kiper dan adu penalti.

Tidak sedikit pertandingan penting dan ketat berakhir dengan adu penalti. Sepanjang sejarah Piala Dunia ada begitu banyak catatan terkait sepak terjang penjaga gawang dan adu tendangan dua belas pas. Argentina ternyata menempati urutan teratas sebagai negara yang paling sering mengakhiri pertandingan dengan adu penalti.

Tidak hanya sepanjang sejarah, Argentina juga paling banyak terlibat adu penalti dalam satu turnamen. Pengalaman terbanyak itu dialami di Piala Dunia 1990. Selain Argentina, Spanyol, Kosta Rika, dan Belanda juga kerap mengakhiri pertandingan dengan adu tos-tosan. Masih banyak rekor lainnya terkait adu penalti.

Bagaimana dengan rekor kiper? Siapa kiper yang paling banyak mencatatkan “clean sheet”? Sebaliknya, siapa penjaga gawang yang paling banyak kebobolan di Piala Dunia?

Berikut deretan rekor adu penalti dan kiper di Piala Dunia:

Paling Sering Adu Penalti – 5, Argentina (1990, 1990, 1998, 2006, 2014)

Paling Sering Adu Penalti dalam Satu Turnamen – 2, Argentina (1990), Spanyol (2002), Kosta Rika (2014), Belanda (2014)

Paling Sering Menang Adu Penalti – 4, Jerman (1982, 1986, 1990, 2006) dan Argentina (1990, 1990, 1998, 2014)

Paling Sering Menang Adu Penalti dalam Satu Turnamen – 2, Argentina (1990)

Paling Sering Kalah – 3, Inggris (1990, 1998, 2006) dan Italia (1990, 1994, 1998)

Rekor Kiper

Clean Sheet Terbanyak – 10 pertandingan, Peter Shilton (Inggris, 1982–1990) dan Fabien Barthez (Prancis, 1998–2006)

Clean Sheet Beruntun – 5 pertandingan (517 menit), Walter Zenga (Italia, 1990)

Walter Zenga

Clean Sheet Beruntun di Babak Kualifikasi – 9 pertandingan (921 menit), Richard Wilson (Selandia Baru, 1982)

Kebobolan Paling Banyak – 25, Antonio Carbajal (Meksiko) dan Mohamed Al-Deayea (Arab Saudi)

Kebobolan Paling Banyak dalam Satu Turnamen – 16, Hong Deok-young (Korea Selatan), 1954

Kebobolan Paling Banyak dalam Satu Pertandingan – 10, Luis Guevara Mora (El Salvador), 1982 (vs Hongaria)

Kebobolan Paling Sedikit dalam Satu Turnamen dan Juara – 2 Fabien Barthez (Prancis 1998), Gianluigi Buffon (Italia, 2006), Iker Casillas (Spanyol, 2010)

Kebobolan Paling Banyak dalam Satu Turnamen – 0, Pascal Zuberbuhler (Swiss), 2006

Penyelamatan Penalti Terbanyak (Tidak Termasuk Adu Penalti) – 2, Jan Tomaszewski (Polandia, 1974),  Brad Friedel (Amerika Serikat, 2002), Iker Casillas (Spanyol, 2002 & 2010)

Deretan Rekor Gol di Piala Dunia:

Mulai dari Gol Terbanyak Hingga Brace Tercepat

Sederet rekor dan prestasi mengiringi persiapan 32 kontestan yang akan berlaga di putaran final Piala Dunia 2018. Sepanjang sejarah event akbar empat tahunan itu telah tercipta banyak rekor. Salah satunya terkait gol, mulai dari pencetak gol terbanyak hingga pencetak brace atau dua gol tercepat.

Dalam daftar pencetak gol terbanyak nama Miroslav Klose berada di puncak. Pemain asal Jerman ini tercatat sebagai pemain tersubur di Piala Dunia. Pemain yang tampil dalam tiga edisi Piala Dunia itu telah mengemas total 16 gol.

Sementara itu masih banyak rekor lain yang tercipta di Piala Dunia seperti pencetak gol terbanyak di babak kualifikasi, pencetak gol terbanyak di partai final, pencetak hattrick terbanyak, pencetak hattrick termuda, dan sebagainya.

Berikut rekor gol yang pernah terjadi sepanjang sejarah Piala Dunia:

Pencetak Gol Terbanyak – 16, Miroslav Klose (Jerman, 2002–2014)

Pencetak Gol Terbanyak, Babak Kualifikasi – 39, Carlos Ruiz (Guatemala, 2002–2016)

Pencetak Gol Terbanyak dalam Satu Turnamen – 13, Just Fontaine (Prancis, 1958)

Pencetak Gol Terbanyak dalam Satu Pertandingan – 5, Oleg Salenko (Rusia), vs Kamerun, 1994

Pencetak Gol Terbanyak dalam Satu Pertandingan Kualifikasi – 13, Archie Thompson (Australia), vs Samoa Americka, Grup 1 OFC 2002

Pencetak Gol Terbanyak dalam Final – 3, Geoff Hurst (Inggris), vs Jerman Barat, 1966

Pencetak Gol Terbanyak dalam Seluruh Laga Final – 3, Vava, Brasil, 1958 (2) & 1962 (1); Pele, Brasil, 1958 (2) & 1970 (1); Geoff Hurst, Inggris, 1966 (3); Zinedine Zidane, Prancis, 1998 (2) & 2006 (1)

Mencetak Gol di Sejumlah Laga Final – Vava (Brasil, 1958 & 1962), Pele (Brasil, 1958 & 1970), Paul Breitner (Jerman Barat, 1974 & 1982), Zinedine Zidane (Prancis, 1998 & 2006)

Jumlah Pertandingan Terbanyak Mencetak Gol – 11 pertandingan, Ronaldo (Brasil, 1998–2006), Miroslav Klose (Jerman, 2002–2014)

Jumlah Pertandingan Beruntun Mencetak Gol – 6 pertandingan, Just Fontaine (Prancis, 1958) dan Jairzinho (Brasil, 1970)

Pencetak Hat-Trick Terbanyak – 2, Sandor Kocsis (Hongaria, 1954), Just Fontaine (Prancis, 1958), Gerd Muller (Jerman Barat, 1970), Gabriel Batistuta (Argentina, 1994 & 1998)

Pencetak Hat-Trick Tercepat – 8 menit, Laszlo Kiss (Hongaria), menit 69′, 72′, 76′, vs El Salvador, 1982

Pencetak Gol Olympic (Gol dari Sepak Pojok) – 1, Marcos Coll (Kolombia), vs Uni Soviet, 1962

Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia – Lucien Laurent (Prancis), vs Meksiko, 13 Juli 1930

Pencetak Gol Termuda – 17 tahun 7 bulan 27 hari, Pele (Brasil), vs Wales, 19 Juni 1958

Pencetak Hat-Trick Termuda – 17 years 8 bulan 1 hari, Pele (Brasil), vs Prancis, 24 Juni 1958

Pencetak Gol Termuda di Final – 17 years 8 bulan 6 hari, Pele (Brasil), vs Swedia, 29 Juni 1958

Pencetak Gol Tertua – 42 tahun 1 bulan 8 hari, Roger Milla (Kamerun), vs Rusia, 28 Juni 1994

Pencetak Hat-Trick Tertua – 33 tahun 5 bulan 8 hari, Tore Keller (Swedia), vs Kuba, 12 Juni 1938

Pencetak Gol Tertua di Final – 35 tahun 8 bulan 21 hari, Nils Liedholm (Swedia), vs Brasil, 29 Juni 1958

Pencetak Gol Penalti Terbanyak (Tidak Termasuk Gol Adu Penalti) – 4, Eusebio (Portugal, 1966), Rob Rensenbrink (Belanda, 1978), dan Gabriel Batistuta (Argentina, 1994 & 1998).

Paling Sering Gagal Mencetak Gol Penalti  – 2, Asamoah Gyan (Ghana), vs Republik Ceko (2006) dan vs Uruguay (2010)

Pemain Pengganti Pencetak Gol Penentu Juara Di Final – Mario Gotze (Jerman), vs Argentina, 2014

Gol Tercepat dari Kick-off – 11 detik, Hakan Sukur (Turki), vs Korea Selatan, 2002

Gol Tercepat dari Pemain Pengganti – 16 detik, Ebbe Sand (Denmark), vs Nigeria, 1998

Gol Tercepat di Final – 90 detik, Johan Neeskens (Belanda), vs Jerman Barat, 1974

Gol Tercepat di Babak Kualifikasi – 8,1 detik, Christian Benteke (Belgia), vs Gibraltar, Grup H UEFA 2018

Brace tercepat – 69 detik, Toni Kroos (Jerman), vs Brasil, 2014