Daftar Rekor Tim dengan Kemenangan Beruntun dan Terbesar di Piala Dunia

Dalam hitungan hari Piala Dunia 2018 akan digelar di Rusia. Event akbar tersebut akan dimulai pada 14 Juni dan berakhir sebulan kemudian pada 15 Juli 2018. Piala Dunai yang merupakan ajang presitius di dunia sepak bola telah melahirkan banyak catatan sejarah.

Pada bagian ini akan dibeberkan sejarah terkait tim dengan rekor lolos beruntun ke Piala Dunia. Selain itu ada pula tim dengan catatan kemenangan terbesar dan rekor laga beruntunt tanpa kekalahan. Brasil masih menjadi negara dengan sejarah kuat di Piala Dunia. Negara dari Amerika Selatan ini mencatatkan diri sebagai peserta yang paling sering tampil di Piala Dunia. Bahkan sejak 1930, Brasil tidak pernah absen tampil di Piala Dunia.

Dengan demikian Brasil sudah 15 kali tampil di Piala Dunia dan mencatatkan diri sebagai negara dengan jumlah kelolosan beruntun terbanyak. Brasil menungguli Jerman dengan catatan 14 kali lolos secara beruntun yakni sejak 1934 hingga 2018.

Brazil piala dunia

Lantas negara mana yang berada di puncak rekor kemenangan beruntun terbanyak? Rekor ini kembali menjadi milik Brasil. Tim Samba pernah meraih 11 kemenangan beruntun yang dicatat sejak kemenangan atas Turki di Piala Dunia 2002 hingga kemenangan atas Ghana di Piala Dunia 2006. Kontra Turki, Brasil menang dengan skor 2-1. Sementara saat mengharapi Ghana, Selecao menang tiga gol tanpa balas.

Begitu pula di daftar laga beruntun tanpa kekalahan. Brasil mencatatkan 13 pertandingan beruntun tanpa kekalahan sejak Piala Dunia 1958 hingga Piala Dunia 1966. Di Piala Dunia 1958, Brasil membungkam Austria tiga kosong. Sementara di Piala Dunia 1966, Brasil menaklukkan Bulgaria dua gol tanpa balas.

Berikut daftar rekor beruntun, terbesar, terbanyak di Piala Dunia:

Lolos Beruntun – 15, Brasil (1930-2018) dan 14, Jerman (1934–2018)

Gagal Lolos Beruntun – 20, Luksemburg (1934–2018)

Kemenangan Beruntun Terbanyak – 11 Brasil, 2002 vs Turki (2-1) s/d 2006 vs Ghana (3-0)

Laga Beruntun Tanpa Kekalahan – 13, Brasil, 1958 vs Austria (3-0) s/d 1966 vs Bulgaria (2-0)

Kekalahan Beruntun Terbanyak – 9, Meksiko,1930 vs Prancis (1-4) s/d 1958 Swedia (0-3)

Laga Beruntun Tanpa Kemenangan – 17, Bulgaria, 1962 vs Argentina (0-1) s/d 1994 Nigeria (0-3)

Hasil Seri Beruntun Terbanyak – 5, Belgia, 1998 vs Belanda (0-0) s/d 2002 vs Tunisia (1-1)

Laga Beruntun Terbanyak Tanpa Hasil Seri – 16, Portugal, 1966 vs Hongaria (3-1) s/d 2006 vs Belanda (1-0)

Laga Beruntun Terbanyak Mencetak Satu Gol atau Lebih – 18, Brasil (1930–1958)  dan Jerman (1934–1958)

Laga Beruntun Terbanyak Mencetak Dua Gol atau Lebih – 11, Uruguay (1930–1954)

Laga Beruntun Terbanyak Mencetak Tiga/Empat Gol Atau Lebih – 4, Uruguay (1930–1950), Hongaria (1954), Portugal (1966), Jerman (1970), Brasil (1970)

Laga Beruntun Terbanyak Mencetak Enam/Delapan Gol Atau Lebih – 2, Hongaria (1954) (8 gol); Brasil (1950) (6 gol)

Laga Beruntun Terbanyak Tanpa Mencetak Gol – 5, Bolivia (1930, 1950, 1994), Aljazair (1986, 2010), Honduras (1982, 2010, 2014)

Laga Beruntun Terbanyak Tanpa Kebobolan (Clean Sheets) – 5, Italia (1990)  dan Swiss (2006, 2010)

Menit Beruntun Terbanyak Tanpa Kebobolan – 559 menit, Swiss (1994, 2006, 2010)

Pelatih Prancis Beberkan Alasan Tak Bawa Martial ke Piala Dunia 2018

Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps buka suara terkait keputusannya tak menyertakan Anthony Martial ke Piala Dunia 2018. Martial menjadi satu dari beberapa pemain bintang yang gagal tampil di event akbar empat tahunan yang akan digelar di Rusia sejak 14 Juni hingga 15 Juli 2018.

Selain Martial, pemain bintang lain yang gagal bersaing ke Rusia adalah Alexander Lacazette. Pemain depan Arsenal itu tak mampu mencuri perhatian Deschamps yang memiliki banyak pilihan di lini depan. Deschamps akhirnya lebih memilih untuk membawa Olivier Giroud, Antoine Griezmann, Kylian Mbappe dan Nabel Fekir.

“Mereka bermain bagus pada laga melawan Jerman, tetapi seluruh tim juga bermain bagus saat itu, Tetapi itu tetap hanya sebuah laga uji coba, meskipun melawan Jerman,” ungkap Deschamps terkait performa Martial dan Lacazette.

Anthony Martial

Lebih lanjut, Deschamps mengatakan dirinya sudah melakukan analisis mendalam terkait penampilan kedua pemain itu. Termasuk juga peran yang bisa dimainkan di putaran final Piala Dunia 2018 nanti.

“Saya pernah memainkan keduanya dalam beberapa situasi, baik sejak awal maupun sebagai pengganti. Saya telah melakukan analisa secara komplet soal apa yang telah mereka tunjukan dan peran yang mungkin mereka bisa berikan di Piala Dunia 2018,” sambungnya.

Namun dari hasil pertimbangan itu ia akhirnya lebih memilih Giroud, Griezmann, Mbappe, dan Fekir. Menurutnya keputusan itu lebih mempertimbangkan faktor kebutuhan tim di Piala Dunia nanti.

“Terdapat kompetisi yang kuat. Saya lebih memilih Giroud, Griezmann, Mbappe dan Fekir sebagai penyerang saya meski mereka bisa bermain di posisi yang lain,” lanjutnya.

Baginya para pemain yang dipilih itu layak untuk terlibat persaingan dengan tim-tim lain. Ia memberi contoh Mbappe yang menurutnya memiliki potensi menjadi pemain bintang. Di laga-laga uji coba sebelumnya pemain Paris Saint-Germain (PSG) itu bermain cemerlang.

“Lihat saja performa Mbappe melawan Rusia belakangan ini. Saya kira tak ada pemain yang bisa menyamai dia di posisi itu,” pungkasnya.

Selain Martial dan Lacazette, Deschamps juga tidak memanggil beberapa striker top. Salah satunya adalah Karim Benzema. Tidak ada yang meragukan kualitas pemain depan Real Madrid ini. Namun Deschamps lebih memilih beberapa pemain muda ketimbang Benzema.

Di lini  tengah, Deschamps memadukan pemain senior dan junior seperti Blaise Matuidi (Juventus), N’Golo Kante (Chelsea), Steven N’Zonzi (Sevilla), Paul Pogba (Manchester United), dan Corentin Tolisso (Bayern Munich).

Sementara itu di barisan pertahanan Deschamps memberi tempat kepada Lucas Hernandez (Atletico Madrid), Presnel Kimpembe (Paris St Germain), Benjamin Pavard (VfB Stuttgart), Benjamin Mendy (Manchester City), Djibril Sidibe (Monaco), Adil Rami (Olympique de Marseille), Samuel Umtiti (Barcelona), Raphael Varane (Real Madrid).

Alphone Areola (Paris St Germain), Hugo Lloris (Tottenham Hotspur), dan Steve Mandanda (Olympique de Marseille) akan bersaing untuk menjadi kiper utama.

Nestor Araujo, Bek Sentral yang Gagal Perkuat Meksiko di Piala Dunia 2018

Kabar buruk menerpa tim nasional Meksiko jelang Piala Dunia 2018. Salah satu tulang punggung di event akbar empat tahunan tersebut batal tampil akibat cedera lutut pada Maret lalu. Hingga saat ini pemain yang berposisi sebagai bek sentral itu belum juga pulih. Tak heran ia pun dicoret dari daftar pemain yang akan dibawa ke Rusia nanti.

Kepastian itu diperoleh setelah sang pemain melakukan pemeriksaan medis di Mexico City pada Senin kemarin. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan staf medis timnas Meksiko, pemain yang memperkuat Santos Laguna itu diprediksi tidak akan pulih tepat waktu. Sekalipun dipaksakan masuk skud Meksiko, ia pun bakal absen di laga pertama penyisihan grup menghadapi Jerman pada 17 Juni 2018.

Dengan demikian dari informasi resmi yang disampaikan pihak Federasi Sepak Bola Meksiko diputuskan sang pemain terpaksa dicoret dari skuad akhir.

Nestor Araujo

“Direktur tim nasional menginformasikan bahwa, setelah mempelajari masalah Nestor Araujo, dengan kesepakatan bersama dan komunikasi konstan dengan Santos Laguna, maka diputuskan bahwa sang pemain harus dicoret dari kamp timnas Meksiko setelah menunjukkan masalah di tendon [lutut],” ungkap pihak Federasi Sepak Bola Meksiko.

Selanjutnya Nestor akan dikembalikan ke klub untuk menjalani pemulihan lebih lanjut. “Nestor Araujo akan kembali ke klubnya dan staf medis di Santos Laguna lah yang akan memutuskan soal langkah selanjutnya.”

Sejauh ini Meksiko belum memutuskan skuad final yang akan diboyong ke Rusia. Sebelumnya pelatih timnas sudah merilis 28 pemain yang akan bersaing mendapat 23 tempat di skuad utama. Dicoretnya Nestor maka kini tersisa 27 pemain yang sedang berada di pusat pelatihan. Menurut rencana skuad akhir akan dirilis pada 4 Juni mendatang.

Absennya Nestor, stok pemain di lini belakang Meksiko kini tersisa delapan orang. Mereka adalah Diego Reyes, Héctor Moreno, Miguel Layún, Carlos Salcedo, Edson Álvarez, Jesús Gallardo, Hugo Ayala, dan Rafael Márquez.

Selain nama-nama itu, pelatih timnas Juan Carlos Osorio, juga memanggil sederet pemain senior seperti Guillermo Ochoa, Hector Moreno, Andres Guardado, Carlos Vela, dan tentu saja Javier “Chicharito” Hernandez.

Berikut skuat sementara Meksiko untuk Piala Dunia 2018:

Kiper: Guillermo Ochoa, Jesús Corona, Alfredo Talavera.

Bek: Diego Reyes, Héctor Moreno, Miguel Layún, Carlos Salcedo, Edson Álvarez, Jesús Gallardo, Hugo Ayala, Rafael Márquez.

Gelandang: Jonathan dos Santos, Andrés Guardado, Héctor Herrera, Marco Fabián, Javier Aquino, Jonathan González, Jesús Molina, Erick Gutiérrez.

Penyerang: Tecatito Corona, Hirving Lozano, Chicharito Hernández, Raúl Jiménez, Carlos Vela, Javier Aquino, Jurgen Damm, Giovani dos Santos.

Deretan Rekor Kiper dan Adu Penalti di Piala Dunia

Piala Dunia selalu menghadirkan kejutan. Tim-tim unggulan tidak sedikit yang menuai hasil negatif. Tidak hanya itu, banyak catatan menarik terjadi di event akbar empat tahunan tersebut. Beberapa di antaranya terkait kiper dan adu penalti.

Tidak sedikit pertandingan penting dan ketat berakhir dengan adu penalti. Sepanjang sejarah Piala Dunia ada begitu banyak catatan terkait sepak terjang penjaga gawang dan adu tendangan dua belas pas. Argentina ternyata menempati urutan teratas sebagai negara yang paling sering mengakhiri pertandingan dengan adu penalti.

Tidak hanya sepanjang sejarah, Argentina juga paling banyak terlibat adu penalti dalam satu turnamen. Pengalaman terbanyak itu dialami di Piala Dunia 1990. Selain Argentina, Spanyol, Kosta Rika, dan Belanda juga kerap mengakhiri pertandingan dengan adu tos-tosan. Masih banyak rekor lainnya terkait adu penalti.

Bagaimana dengan rekor kiper? Siapa kiper yang paling banyak mencatatkan “clean sheet”? Sebaliknya, siapa penjaga gawang yang paling banyak kebobolan di Piala Dunia?

Berikut deretan rekor adu penalti dan kiper di Piala Dunia:

Paling Sering Adu Penalti – 5, Argentina (1990, 1990, 1998, 2006, 2014)

Paling Sering Adu Penalti dalam Satu Turnamen – 2, Argentina (1990), Spanyol (2002), Kosta Rika (2014), Belanda (2014)

Paling Sering Menang Adu Penalti – 4, Jerman (1982, 1986, 1990, 2006) dan Argentina (1990, 1990, 1998, 2014)

Paling Sering Menang Adu Penalti dalam Satu Turnamen – 2, Argentina (1990)

Paling Sering Kalah – 3, Inggris (1990, 1998, 2006) dan Italia (1990, 1994, 1998)

Rekor Kiper

Clean Sheet Terbanyak – 10 pertandingan, Peter Shilton (Inggris, 1982–1990) dan Fabien Barthez (Prancis, 1998–2006)

Clean Sheet Beruntun – 5 pertandingan (517 menit), Walter Zenga (Italia, 1990)

Walter Zenga

Clean Sheet Beruntun di Babak Kualifikasi – 9 pertandingan (921 menit), Richard Wilson (Selandia Baru, 1982)

Kebobolan Paling Banyak – 25, Antonio Carbajal (Meksiko) dan Mohamed Al-Deayea (Arab Saudi)

Kebobolan Paling Banyak dalam Satu Turnamen – 16, Hong Deok-young (Korea Selatan), 1954

Kebobolan Paling Banyak dalam Satu Pertandingan – 10, Luis Guevara Mora (El Salvador), 1982 (vs Hongaria)

Kebobolan Paling Sedikit dalam Satu Turnamen dan Juara – 2 Fabien Barthez (Prancis 1998), Gianluigi Buffon (Italia, 2006), Iker Casillas (Spanyol, 2010)

Kebobolan Paling Banyak dalam Satu Turnamen – 0, Pascal Zuberbuhler (Swiss), 2006

Penyelamatan Penalti Terbanyak (Tidak Termasuk Adu Penalti) – 2, Jan Tomaszewski (Polandia, 1974),  Brad Friedel (Amerika Serikat, 2002), Iker Casillas (Spanyol, 2002 & 2010)

Deretan Rekor Gol di Piala Dunia:

Mulai dari Gol Terbanyak Hingga Brace Tercepat

Sederet rekor dan prestasi mengiringi persiapan 32 kontestan yang akan berlaga di putaran final Piala Dunia 2018. Sepanjang sejarah event akbar empat tahunan itu telah tercipta banyak rekor. Salah satunya terkait gol, mulai dari pencetak gol terbanyak hingga pencetak brace atau dua gol tercepat.

Dalam daftar pencetak gol terbanyak nama Miroslav Klose berada di puncak. Pemain asal Jerman ini tercatat sebagai pemain tersubur di Piala Dunia. Pemain yang tampil dalam tiga edisi Piala Dunia itu telah mengemas total 16 gol.

Sementara itu masih banyak rekor lain yang tercipta di Piala Dunia seperti pencetak gol terbanyak di babak kualifikasi, pencetak gol terbanyak di partai final, pencetak hattrick terbanyak, pencetak hattrick termuda, dan sebagainya.

Berikut rekor gol yang pernah terjadi sepanjang sejarah Piala Dunia:

Pencetak Gol Terbanyak – 16, Miroslav Klose (Jerman, 2002–2014)

Pencetak Gol Terbanyak, Babak Kualifikasi – 39, Carlos Ruiz (Guatemala, 2002–2016)

Pencetak Gol Terbanyak dalam Satu Turnamen – 13, Just Fontaine (Prancis, 1958)

Pencetak Gol Terbanyak dalam Satu Pertandingan – 5, Oleg Salenko (Rusia), vs Kamerun, 1994

Pencetak Gol Terbanyak dalam Satu Pertandingan Kualifikasi – 13, Archie Thompson (Australia), vs Samoa Americka, Grup 1 OFC 2002

Pencetak Gol Terbanyak dalam Final – 3, Geoff Hurst (Inggris), vs Jerman Barat, 1966

Pencetak Gol Terbanyak dalam Seluruh Laga Final – 3, Vava, Brasil, 1958 (2) & 1962 (1); Pele, Brasil, 1958 (2) & 1970 (1); Geoff Hurst, Inggris, 1966 (3); Zinedine Zidane, Prancis, 1998 (2) & 2006 (1)

Mencetak Gol di Sejumlah Laga Final – Vava (Brasil, 1958 & 1962), Pele (Brasil, 1958 & 1970), Paul Breitner (Jerman Barat, 1974 & 1982), Zinedine Zidane (Prancis, 1998 & 2006)

Jumlah Pertandingan Terbanyak Mencetak Gol – 11 pertandingan, Ronaldo (Brasil, 1998–2006), Miroslav Klose (Jerman, 2002–2014)

Jumlah Pertandingan Beruntun Mencetak Gol – 6 pertandingan, Just Fontaine (Prancis, 1958) dan Jairzinho (Brasil, 1970)

Pencetak Hat-Trick Terbanyak – 2, Sandor Kocsis (Hongaria, 1954), Just Fontaine (Prancis, 1958), Gerd Muller (Jerman Barat, 1970), Gabriel Batistuta (Argentina, 1994 & 1998)

Pencetak Hat-Trick Tercepat – 8 menit, Laszlo Kiss (Hongaria), menit 69′, 72′, 76′, vs El Salvador, 1982

Pencetak Gol Olympic (Gol dari Sepak Pojok) – 1, Marcos Coll (Kolombia), vs Uni Soviet, 1962

Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia – Lucien Laurent (Prancis), vs Meksiko, 13 Juli 1930

Pencetak Gol Termuda – 17 tahun 7 bulan 27 hari, Pele (Brasil), vs Wales, 19 Juni 1958

Pencetak Hat-Trick Termuda – 17 years 8 bulan 1 hari, Pele (Brasil), vs Prancis, 24 Juni 1958

Pencetak Gol Termuda di Final – 17 years 8 bulan 6 hari, Pele (Brasil), vs Swedia, 29 Juni 1958

Pencetak Gol Tertua – 42 tahun 1 bulan 8 hari, Roger Milla (Kamerun), vs Rusia, 28 Juni 1994

Pencetak Hat-Trick Tertua – 33 tahun 5 bulan 8 hari, Tore Keller (Swedia), vs Kuba, 12 Juni 1938

Pencetak Gol Tertua di Final – 35 tahun 8 bulan 21 hari, Nils Liedholm (Swedia), vs Brasil, 29 Juni 1958

Pencetak Gol Penalti Terbanyak (Tidak Termasuk Gol Adu Penalti) – 4, Eusebio (Portugal, 1966), Rob Rensenbrink (Belanda, 1978), dan Gabriel Batistuta (Argentina, 1994 & 1998).

Paling Sering Gagal Mencetak Gol Penalti  – 2, Asamoah Gyan (Ghana), vs Republik Ceko (2006) dan vs Uruguay (2010)

Pemain Pengganti Pencetak Gol Penentu Juara Di Final – Mario Gotze (Jerman), vs Argentina, 2014

Gol Tercepat dari Kick-off – 11 detik, Hakan Sukur (Turki), vs Korea Selatan, 2002

Gol Tercepat dari Pemain Pengganti – 16 detik, Ebbe Sand (Denmark), vs Nigeria, 1998

Gol Tercepat di Final – 90 detik, Johan Neeskens (Belanda), vs Jerman Barat, 1974

Gol Tercepat di Babak Kualifikasi – 8,1 detik, Christian Benteke (Belgia), vs Gibraltar, Grup H UEFA 2018

Brace tercepat – 69 detik, Toni Kroos (Jerman), vs Brasil, 2014

Daftar Rekor Individual Pemain di Piala Dunia

Dalam hitungan hari Piala Dunia 2018 akan digelar di Rusia. Event akbar empat tahunan itu akan digelar sejak 14 Juni hingga 15 Juli 2018. Menyertai momen akbar itu sejumlah rekor individu pemain telah terjadi selama ini.

Para pemain terbaik dari 32 negara yang berpartisipasi di Rusia nanti tentu mengejar pretasi. Namun demikian ada sejumlah prestasi atau rekor individu yang susah dikejar oleh para pemain masa kini. Di antranya pemain yang paling sering juara seperti Pele yang sudah tiga kali mengantar Brasil menjadi juara Piala Dunia masing-masing tahun 1958, 1962, dan 1970.

Daftar rekor Piala Dunia

Rekor Individual Pemain :

Paling Sering Juara – 3, Pele (Brasil, 1958, 1962, 1970)

Pele Brazil

Paling Sering Tampil – 5, Antonio Carbajal (Meksiko, 1950–1966), Lothar Matthaus (Jerman, 1982–1998)

Paling Sering Finis Di Final – 3, Nilton Santos (Brasil 1950, 1958, 1962), Pele (Brasil 1958, 1962, 1970), Pierre Littbarski (Jerman Barat 1982, 1986, 1990), Lothar Matthaus (Jerman Barat 1982, 1986, 1990), Cafu (Brasil, 1994, 1998, 2002), Ronaldo (Brasil, 1994, 1998, 2002)

Paling Sering Finis Di Tiga Besar – 4, Miroslav Klose (Jerman, 2002–2014)

Paling Sering Terpilih Di Tim Terbaik Turnamen – 3, Djalma Santos (Brasil, 1954–1962), Franz Beckenbauer (Jerman Barat, 1966–1974), Philipp Lahm (Jerman, 2006–2014)

Jumlah Penampilan Terbanyak – 25, Lothar Matthaus (Jerman, 1982–1998)

Jumlah Penampilan Terbanyak Di Fase Gugur – 14, Miroslav Klose (Jerman, 2002–2014)

Menit Bermain Terbanyak – 2217 menit, Paolo Maldini (Italia, 1990–2002)

Jumlah Penampilan Terbanyak Di Babak Kualifikasi, – 68, Ivan Hurtado (Ekuador, 1994–2010)

Jumlah Kemenangan Terbanyak – 17, Miroslav Klose (Jerman, 2002–2014)

Penampilan Terbanyak di Final – 3, Cafu (Brszil, 1994, 1998, 2002)

Penampilan Terbanyak di Final dengan Dua Tim Berbeda – 2, Luis Monti (Argentina, 1930 dan Italia, 1934)

Penampilan Terbanyak Sebagai Kapten – 16, Diego Maradona (Argentina, 1986–1994)

Jumlah Turnamen Terbanyak Sebagai Kapten – 4, Rafael Marquez (Meksiko, 2002–2014)

Pemain Termuda – 17 tahun 41 hari, Norman Whiteside (Irlandia Utara), vs Yugoslavia, 17 Juni 1982

Pemain Termuda di Final – 17 tahun 249 hari, Pele (Brasil), vs Swedia, 29 Juni 1958

Pemain Termuda di Babak Kualifikasi – 13 tahun 310 hari, Souleymane Mamam (Togo), vs Zambia, 6 Mei 2001, Grup 1 CAF 2002

Kapten Termuda – 21 tahun 109 hari, Tony Meola (Amerika Serikat), vs Cekoslovakia, 10 Juni 1990

Pemain Tertua – 43 tahun 3 hari, Faryd Mondragon (Kolombia), vs Jepang, 24 Juni 2014

Pemain Tertua di Final – 40 tahun 133 hari, Dino Zoff (Italia), vs Jerman Barat, 11 Juli 1982

Pemain Tertua di Babak Kualifikasi – 46 tahun 175 hari, MacDonald Taylor, Sr. (Kepulauan Virgin AS), vs Saint Kitts-Nevis, 18 Februari 2004, Ronde Pertama CONCACAF 2006.

Kapten Tertua – 40 tahun 292 hari, Peter Shilton (Inggris), vs Italia, 7 Juli 1990

Debutan Tertua – 39 tahun 321 hari, David James (Inggris), vs Aljazair, 18 Juni 2010

Jarak Usia Terjauh dalam Satu Tim – 24 tahun 42 hari, 1994, Kamerun (Rigobert Song: 17 tahun 358 hari; Roger Milla: 42 tahun 35 hari)

Jarak Usia Terjauh dalam Satu Tim Juara – 21 tahun 297 hari, 1982, Italia (Dino Zoff: 40 tahun 133 hari; Giuseppe Bergomi: 18 tahun 201 hari)

Curhat Kapten Chelsea Usai Juara Piala FA

Chelsea akhirnya menjadi kampiun Piala FA musim ini setelah mengalahkan Manchester United di partai final yang digelar di Stadion Wembley, Sabtu (19/05/2018) malam. The Blues membungkam Setan Merah satu gol tanpa balas berkat eksekusi penalti Eden Hazard di menit ke-22.

Kapten Chelsea, Gary Cahill tak bisa menyembunyikan kegembirannya usai memimpin rekan-rekannya meraih trofi Piala FA. Menurut Cahill, gelar tersebut sungguh luar biasa di tengah kegagalan timnya mempertahankan gelar Liga Primer Inggris yang musim ini berlabuh di Stadion Etihad, kandang Manchester City.

Gary Cahill

“Luar biasa. Anda dapat melihat betapa berharganya gelar ini untuk kami, bagi suporter, dan staf. Gelar Piala FA jadi penyelamat kami musim ini,” beber Cahill.

Lebih lanjut pemain asal Inggris itu mengatakan timnya harus berjuang untuk meraih kemenangan itu. Pasalnya Setan Merah begitu mendominasi pertandingan. Statistik mencatatat, The Reds Devils memiliki penguasaan bola hingga 65 persen. Hal ini membuat Chelse tidak punya banyak pilihan untuk menyelamatkan gawangnya dari kebobolan selain dengan bertahan maksimal.

Menurut bek berusia 32 tahun itu, timnya akhirnya mampu bertahan dengan baik hingga wasit Michael Olivier meniup peluit panjang tanda laga usai. “Kami harus melakukan banyak bertahan karena lawan menekan hingga akhir. Kami melakukan kerja dengan baik,” sambungnya.

Ini merupakan gelar Piala FA kedelapan bagi klub yang bermarkas di Stadion Stamford Bridge itu setelah terakhir kali menjadi juara pada musim 2011/2012. Bagi Cahill trofi ini sangat spesial karena ini menjadi gelar pertamanya sebagai kapten Chelsea. “Mimpi ini menjadi nyata karena ini adalah trofi pertama saya sebagai kapten. Ini sangat spesial untuk saya,” lanjutnya.

Cahill sudah menjadi pemain Chelsea saat merebut gelar Piala FA enam tahun silam. Namun saat itu Cahill kalah bersaing dengan sederet pemain senior lainnya. Ia pun hanya menghiasi bangku cadangan saat Jhon Terry memimpin Chelsea menjadi juara Piala FA.  “Saya tidak bermain pada 2012. Dari sudut pandang egois, itu bukan perasaan yang sama ketika Anda belum memenanginya di lapangan,” pungkasnya.

Sementara itu pelatih United, Jose Mourinho mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Menurut mantan pelatih Chelsea itu timnya seharusnya menjadi pemenang. Selain menguasai pertandingan, ia menilai timnya juga memiliki peluang jauh lebih banyak yakni 18 peluang berbanding enam peluang milik Chelsea.

“Setiap kekalahan menyakitkan, tapi buat saya secara pribadi itu tidak begitu menyakitkan ketika Anda memberikan segala sesuatunya dan Anda pergi tanpa penyesalan apa pun,” tandas Mourinho.

Meski begitu Mourinho mengaku dirinya bisa meninggalkan lapangan dengan kepala tegak. Hal ini berbeda ketika timnya dipermalukan tim papan bawah, Newcastle United beberapa waktu lalu.

“Saya lebih suka kalah seperti hari ini ketimbang kalah seperti yang kami lakukan, misalnya di Newcastle. Saya meninggalkan lapangan dengan perasaan senang kepada mereka. Buat saya, itu sangat penting,” sambungnya.

Tak Ada Ibrahimovic di Skuad Final Swedia di Piala Dunia 2018

Tim nasional Swedia akhirnya merilis 23 pemain yang akan ambil bagian di putaran final Piala Dunia 2018. Berbeda dengan kontestan lain, Swedia langsung merilis skuad akhir, alih-alih skuad bayangan terlebih dahulu. Menariknya dalam daftar tersebut tidak ada nama Zlatan Ibrahimovic. Sebelumnya mantan pemain Manchester United itu sempat diisukan akan kembali memperkuat Swedia.

Dalam sejumlah keterangannya, Ibrahimovic mengutarakan keinginannya untuk kembali memperkuat tim nasional Swedia terutama di Piala Dunia 2018. Pemain yang kini telah berusia 33 tahun itu bahkan pernah mengatakan Piala Dunia 2018 akan terasa hambar tanpa dirinya.

Pernyataan Ibrahimovic ini sempat menjadi polemic, termasuk di kalangan internal. Sejumlah pemain menyatakan keberatan bila Ibrahimovic kembali masuk tim nasional. Ternyata pelatih timnas Swedia, Janne Andersson lebih memilih tanpa Ibrahimovic di Rusia nanti.

Ibrahimovic

Dalam keterangannya,  Andersson mengatakan timnya optimis mampu berbicara banyak di putaran final nanti. Apalagi timnya telah membuktikan diri selama babak kualifikasi zona Eropa. Meski harus menjalani babak play-off, Swedia mampu menguburkan harapan Italia ke Rusia. Swedia mampu memenangkan duel play-off menghadapi Italia.

“Saya pikir, kami telah menunjukkan di babak kualifikasi dan play-off, bahwa kami bisa tampil dengan sangat baik dengan skuad yang sama (tanpa Ibrahimovic). Saya harap kekuatan itu masih ada,” tandas Andersson.

Sebagai ganti Ibrahimovic, Swedia akan mengandalkan Marcus Berg (Al-Ain), Ola Toivonen (Toulouse),
John Guidetti (Celta Vigo), dan Isaac Kiese-Thelin (Waasland-Beveren). Sang kapten Andreas Granqvist akan memimpin lini belakang bersama Mikael Lustig (Celtic), Victor Nilsson-Lindelof (Manchester United), dan Ludwig Augustinsson (Werder Bremen). Andersson memanggil Robin Olsen (FC Copenhagen), Karl-Johan Johnsson (Guingamp), dan Kristoffer Nordfeldt (Swansea City) untuk bersaiang di bawah mistar gawang.

Sebagaimana diketaui di putaran final Piala Dunia 2018, Swedia tergabung di Grup F bersama Korea Selatan, Meksiko, dan juara bertahan, Jerman.

Berikut susunan skuad akhir Timnas Swedia untuk Piala Dunia 2018

Kiper:
Robin Olsen (FC Copenhagen)
Karl-Johan Johnsson (Guingamp)
Kristoffer Nordfeldt (Swansea City)

Belakang:
Mikael Lustig (Celtic)
Victor Nilsson-Lindelof (Manchester United)
Andreas Granqvist (Krasnodar)
Martin Olsson (Swansea City)
Ludwig Augustinsson (Werder Bremen)
Filip Helander (Bologna)
Pontus Jansson (Leeds United)
Emil Krafth (Bologna)

Tengah:
Emil Forsberg (RB Leipzig)
Albin Ekdal (Hamburg)
Viktor Claesson (Krasnodar)
Gustav Svensson (Seattle Sounders)
Sebastian Larsson (Hull City)
Jimmy Durmaz (Toulouse)
Oscar Hiljemark (Genoa)
Marcus Rohden (Crotone)

Depan:
Marcus Berg (Al-Ain)
Ola Toivonen (Toulouse)
John Guidetti (Celta Vigo)
Isaac Kiese-Thelin (Waasland-Beveren)

Ronaldo dan Sederet Muka Lama Isi Skuad Bayangan Portugal di Piala Dunia 2018

Pelatih tim nasional Portugal, Fernando Santos sudah merilis 23 nama yang mengisi skuad bayangan tim nasional untuk Piala Dunia 2018. Dalam daftar tersebut, sang pelatih masih mengandalkan sederet muka lama. Selain Cristiano Ronaldo yang kembali menjadi andalan Selecao di Rusia pada Juni hingga Juli nanti, ada pula nama pemain senior seperti kiper Rui Patricio, bek Bruno Alves dan Pepe, serta gelandang Joao Moutinho dan Bruno Fernandes.

Saat ini Rui Patricio menjadi andalan klub Portugal, Sporting CP. Sementara Bruno Alves bermain untuk Rangers FC dan Pepe bermain untuk klub Turki, Besiktas setelah meninggalkan Real Madrid. Adapun Joao Moutinho dan Bruno Fernandes masing-masing memperkuat AS Monaco dan Sporting CP. Selain nama-nama di atas terhitung ada 10 pemain yang turut mengantar Portugal menjadi juara Piala Eropa 2016 kembali dipertahankan untuk tampil di Piala Dunia 2018 ini.

Berbeda nasib dengan para pemain tersebut, dua pemain yang tampil cukup baik di level klub harus menguburkan impian tampil di event akbar empat tahunan tersebut. Kedua pemain itu adalah gelandang tengah Andre Gomes dan bek kanan Nelson Semedo. Bisa jadi Gomes tak dipanggil Santos karena ia gagal bersaing di tim utama Barcelona musim lalu. Selain itu Santos memiliki cukup stok pemain tengah seperti Adrien Silva (Leicester), Bruno Fernandes (Sporting CP), Joao Mario (West Ham United), Joao Moutinho (AS Monaco), Manuel Fernandes (Lokomotiv Moskva), dan William Carvalho (Sporting CP).

Sementara itu tiadanya nama Nelson Semedo cukup mengagetkan. Pasalnya bek berusia 24 tahun itu tampil baik di lini pertahanan Barcelona. Ia kerap menjadi pilihan utama pelatih Barcelona, Ernesto Valverde untuk mengisi pos bek kanan. Sebagai gantinya Santos memanggil Cedric Soares dan Ricardo Pereira.

Santos berdalih dirinya tak bisa memanggil semua pemain karena kuota terbatas. Ia tidak bisa menyertakan semua pemain yang ikut andil mengantar Portugal menjadi juara Eropa. “Menyedihkan karena kami tak bisa memanggil semua pemain yang meraih gelar Piala Eropa 2016 untuk Portugal. Semua pemain berperan besar dalam membuat sejarah bagi persepak bolaan Portugal,” beber Santos.

Berikut daftar 23 pemain yang masuk skuad bayangan timnas Portugal di Piala Dunia 2018:

Kiper: Anthony Lopes (Lyon), Beto (Goztepe), Rui Patricio (Sporting CP).

Bek: Bruno Alves (Rangers FC), Cedric Soares (Southampton), Jose Fonte (Dalian Yifang), Mario Rui (Napoli), Pepe (Besiktas), Raphael Guerreiro (Borussia Dortmund), Ricardo Pereira (Porto), Ruben Dias (Benfica).

Gelandang: Adrien Silva (Leicester), Bruno Fernandes (Sporting CP), Joao Mario (West Ham United), Joao Moutinho (AS Monaco), Manuel Fernandes (Lokomotiv Moskva), William Carvalho (Sporting CP).

Penyerang: Andre Silva (AC Milan), Bernardo Silva (Manchester City), Cristiano Ronaldo (Real Madrid), Gelson Martins (Sporting CP), Goncalo Guedes (Valencia), Ricardo Quaresma (Besiktas).

Radamel Falcao dan James Rodriguez Masuk Skuad Bayangan Kolombia di Piala Dunia 2018

Tim nasional Kolombia sepertinya masih mengandalkan para pemain senior di Piala Dunia 2018. Nama-nama kawakan seperti Radamel Falcao, James Rodriguez, Yerry Mina dan Juan Cuadrado kembali masuk dalam daftar pemain sementara yang dipanggil José Pekerman.

Pemanggilan Falcao dan James cukup beralasan. Falcao memang sempat mengalami masa sulit saat merumput di Liga Primer Inggris bersama Chelsea dan Manchester United. Namun performanya kembali membaik setelah kembali ke Ligue 1 Prancis bersama AS Monaco. Falcao sangat berambisi mendapat tempat di Piala Dunia kali ini mengingat ia absen di Piala Dunia edisi sebelumnya karena dibekap cedera cruciate ligament. Sedihnya ia mengalami cedera tersebut hanya beberapa hari sebelum kick-off event akbar empat tahunan itu.

Sementara itu James kembali mendapat menit bermain setelah bergabung dengan Bayern Muenchen. Ia menjadi salah satu pemain kunci Die Roten dalam mempertahankan gelar Bundesliga, termasuk mengantar timnya hingga ke semi final Liga Champions musim ini. Sebelumnya mantan pemain AS Monaco itu kesulitan bersaing di Real Madrid. Ia akhirnya dibuang pelatih Zinedine Zidane ke Bundesliga.

Selain nama-nama itu Pekerman juga memanggil Juan Cuadrado dan David Ospina. Cuadrado merupakan andalan Juventus musim ini. Sementara Ospina menjadi andalan Arsenal di Liga Primer Inggris. Bagi kedua pemain tersebut Piala Dunia kali ini menjadi yang kedua setelah ambil bagian pada edisi sebelumnya di Brasil.

Selanjutnya dari 35 pemain yang masuk skuad bayangan ini akan diseleksi lagi. Pekerman akan memilih 20 an pemain yang akan mengisi skuad akhir untuk ambil bagian di putaran final Piala Dunia.

Berikut skuat bayangan timnas Kolombia di Piala Dunia 2018:

Penjaga gawang: David Ospina (Arsenal), Camilo Vargas (Deportivo Cali), Iván Arboleda (Banfield), José Fernando Cuadrado (Once Caldas)

Bek: Cristian Zapata (Milan), Dávinson Sánchez (Tottenham), Santiago Arias (PSV Eindhoven), Óscar Murillo (Pachuca), Frank Fabra (Boca Juniors), Johan Mojica (Girona ), Yerry Mina (Barcelona), William Tesillo (Santa Fe), Bernardo Espinosa (Girona), Stefan Medina (Monterrey), Farid Díaz (Olimpia)

Gelandang: Wílmar Barrios (Boca Juniors), Carlos Sánchez (Espanyol), Jefferson Lerma (Levante), José Izquierdo, (Brighton Hove & Albion), James Rodríguez, (Bayern Múnich), Giovanni Moreno (Shanghái Shenhua), Abel Aguilar (Deportivo Cali), Mateus Uribe (América), Yimmi Chará (Júnior)Juan Fernando Quintero (River Plate), Edwin Cardona (Boca Juniors), Juan Guillermo Cuadrado (Juventus), Gustavo Cuéllar (Flamengo), Sebastián Pérez (Boca Juniors)

Penyerang: Radamel Falcao García (Mónaco), Duván Zapata (Sampdoria), Miguel Borja (Palmeiras), Carlos Bacca (Villarreal), Luis Fernando Muriel (Sevilla),Teófilo Gutiérrez (Júnior)