Eredivisie selesai, musim 2017-2018 penuh dengan drama

Eredivisie Belanda di musim 2017 – 2018 sudah rampung untuk bisa di jalani. 18 tim sudah menyelesaikan 34 laga dengan hasil yang berbeda beda. Di musim ini penuh dengan drama, di karenakan persaingan menuju tahta gelar juara sedikit lebih sengit serta degradasi yang mencekam untuk di rasakan.

Banyak penggemar dari sepak bola yang tak begitu akrab dengan salah satu ajang kompetisis sepak bola di benua eropa yakni Eredivisie Belanda ini. Persaingan di Liga Belanda memang tak banyak orang yang menyukainya serta menjagokan siapa kah tim yang akan meraih kemenangan atau gelar di akhir musim.

Namun jika kita di selami lebih dalam lagi, Eredivisie Belanda di musim ini sedikit mempunyai cerita menarik dan drama yang dapat kita lihat. Musim 2017 – 2018 mungkin musim yang sengit bagi semua kontestan yang mengikuti ajang tersebut. Pertama ialah, Feyenoord yang merupakan juara bertahan di musim kemarin harus merosot performanya setelah kalah bersaing dengan tim tim lain untum memperebutkan tahta gelar.

Mereka harus terperosot hingga posisi  ke empat dengan memperoleh 66 poin saja. Jelas hasil tersebut berbanding terbalik daripada musim kemarin. Selanjutnya ialah PSV Eindhoven, Ajax Amsterdam dan juga AZ merupakan tiga tim yang bersaing hingga musim resmi berakhir untuk dapat memperoleh gelar.

Namun pada akhirnya PSV Eindhoven mampu untuk keluar sebagai juara di musim ini dengan persaingan yang sengit setelah mereka jalani. Mereka menutup musim ini dengan meraih 83 poin dari 34 laga yang sudah di jalani. Ketiga ialah, setelah musim berakhir tentu ada tim yang memperoleh tiket menuju Liga Champions di musim depan.

Eredivisie Belanda hanya di berikan dua tiket untuk bisa memberikan wakil mereka ke pentas utama benua biru. Dua tim yang mendapatkan tiket ke Liga Champions di musim depan ialah PSV Eindhoven sendiri serta Ajax Amsterdam di posisi ke dua.

Di sisi yang lain UEFA juga memberikan satu kuota untuk Eredivisie Belanda agar mengikuti Liga Europa. Dan satu nama yang lolos mendapatkan tiker Liga Europa musim depan ialah AZ. AZ  di pastiak memperoleh tiket menuju Liga Europa musim depan karena mampu untuk finish di urutan ketiga.

Di sisi yang lain satu tim yang mengejutkan ialah Twente yang harus terdegradasi karena menduduki peringkat terakhir sebagai juru kunci di musim ini dengan memperoleh raihan 24 poin dari 34 pertandingan yang sudah di jalani.

Bergantiya musim ini membuat banyak drama dan persaingan tak mudah untuk bisa di lupakan. Semua tim akan mencoba untuk belajar lebih baik lagi saat menjalani musim depan dengan persaingan yang lebih kuat dan mendalam.

Manchester United Pasrah Dengan Hijrahnya Dua Bek Mereka

Manchester United di musim ini tampil dengan cukup baik, walaupun gagal untuk meraih gelar. Kemungkinan besar mereka akan mencoba untuk mendatangkan beberapa pemain lagi untuk bisa menambal kelemahan tim yang ada seperti musim ini.

Ada pemain datang, pasti akan ada pemain yang pergi. Di musim ini terdapat dua nama pemain yang kemungkinan akan hengkang dari Manchester United karena tak mendapatkan menit bermain yang cukup oleh sang manager Jose Mourinho. Sering mendapat kursi cadangan, kemungkinan dua pemain ini akan membuat Manchester United pasrah merelakan mereka pergi di akhir musim ini nanti.

Ya, dua nama tersebut siapa lagi kalau bukan Daley Blind dan juga Matteo Darmian. Dua pemain yang sama sama menempati posisi dari bek kanan dan kiri ini kemungkinan besar akan angkat kaki secepatnya dari Manchester United. Baik Daley Blind dan juga Matteo Darmian mendapatkan jalannya pekerjaan yang tidak begitu baik di musim ini.

Mereka berdua sangat minim untuk memperolehjam terbang yang lebih banyak di bandingkan pemain pemain lain. Hal tersebut memungkinkan keduanya untuk bisa hijrah dari tanah Inggris. Daley Blind di musim ini hanya di mainkan sebanyak enam kali oleh sang manager Jose Mourinho di liga domestik.

Dirinya harus segera munggkin untuk angkat kaki di musim ini, karena posisi yang dirinya tempati sangat  tak menjanjikan untuk tetap di tempati di awal musim nanti. Bagaimana tidak, Blind masih kalah bersaing dengan Young dan pemain pengganti kedua Manchester United yang di percayai yakni  Shaw.

Sedangkan di sisi yang lain, Darmian juga hampir  sama persis dengan Daley Blind. Di mana dirinya hanya mendapatkan enam kali kesempatan untuk bisa di tutunkan dalam pertandingan liga domestik. Di sisi yang lain Darmian masih belum bisa untuk mengungguli Valencia yang sudah menjadi pemain tetap di posisi bek sebelah kanan.

Hal ini membuat Darmian kemungkinan akan angkat kaki secepatnya dari tanah Inggris  di akhir musim ini. kepindahan dari dua pemain ini sudah beredar sejak beberapa pekan yang lalu. Dan kemungkinan terdapat beberapa tim yang sudah mengantri untuk mendapatkan jasa mereka berdua.

Blind kemungkinan besar akan merapat ke Barcelona atau kembali lagi ke Ajax. Sedangkan di sisi yang lain, Matteo Darmian akan menjadi incaran tim-tim lain di Liga Serie A Italia seperti halnya Napoli dan juga Juventus. Namun kepindahan dari dua pemain ini masih menjadi suatu hal yang akan di rencanakan sesudah musim berakhir.

Jika benar benar pindah, maka Manchester United akan mencoba untuk pasrah dengan hal ini. memang ini yang terbaik bagi mereka yang masih ingin mendapatkan menit bermain di dalam timnya.

Tiga pemain sabet penghargaan di MUFC POTY 2018

Manchester United baru saja selesaii untuk mengadakan acara penerimaan penghargaan di MUFC POTY 2018. Dalam acara ini tiga pemain yang di miliki oleh Manchester United di skuad utama mendapatkan penghargaan karena menampilkan permainan yang mengagumkan di musim ini.

Dalam penerimaan penghargaan di MUFC TOPY 2018 ini, semua pemain Manchester United hadir dalam acara tersebut. Bukan hanya Manchester United inti saja yang datang dalam pertandingan kali ini. Manchester United U-19 dan yang lain menghandiri acara yang sangat meriah dari kubu Manchester United tersebut.

Dua pemain yang berlaga di skuad Manchester United utama yakni David De Gea dan juga Nemanja Matic mampu untuk menyabet penghargaan tersebut dengan sangat baik. Semua pemain menggunakan kemeja rapi dan saling untuk membawa pasangannya sendiri sendiri.

De Gea mampu ujntuk menyabet dua gelar dalam pertandinhan kali ini. Yakni yang pertama dirinya mendapatkan penghargaan sebagai Player’s Player og the year dan juga penghargaan dari Sir Matt Busby player of the year. Kemudian ada Nemanja Matic yang berhasil untuk mendapatkan penghargaan sebagai pencetak gol terbaik atau gol of the Season.

Dan yang terakhir ialah Scott McTominay. Pemain yang mempunyai tinggi 192 cm ini mendapatkan penghargaan sebagai Manager’s Player of the year. Yang di mana kemungkinan besar ialah McTominay merupakan salag satunya pemain kesayangan dari sang manager Jose Mourinho di Manchester United untuk musim ini.

Dirinya menunjukkan permainan serta kontribusi yang hebat kala di berikan kesempatahn bermain oleh Manchester United. Sedangkan di sisi yang lain, David De Gea memperoleh penghargaan tersebut di karenakan dirnya sudah tampil sebaik mungkin di musim ini. bahkan David De Gea sudah mencatatkan 17 kli cleessheat di musim ini.

Kemudian perlu untuk di ketahui bahwa David de Dea baru pertama kali ini untuk mendapatkan penghargaan di Sir Matt Busby og the year. Hal tersebut jelas tidak terlepas dari kontribusinya yang begitu menjanjian kala di berikan kesempatan oleh sang pelatih Jose Mourinho.

Sedangkan di sisi yang lain, Nemanja Matic  juga memperoleh penghargaan di acara tersebut. pemain yang mempunyai kebangsaan dari Serbia ini mendapatkan pengahrgaan kala membuat gol indah ke gawang Crystal Palace beberapa waktu yang lalu.

Lewat gol tersebut, Nemanja Matic di berikan man of the match serta penghargaan dari  Manchester United untuk bisa membawa tim meraih hasil yang maksimal atas tam mereka yakni Crystal Palace.

Penghargaan yang di terima oleh beberapa pemain milik Manchester United ini di mengakibatkan semua pemain lebih semangat lagi dalam mencari hasil yang positif di tiga laga sisa yang akan di jalani oleh Manchester United ini.

Frankfrut kalah telak di markas The Bavarian

Pertandingan dala, lanjutan Bundesliga Jerman di pekan ke 32 sudah di selengarakan pada hari Sabtu (28/04) malam hari waktu setempat. Salah satu pertandingan tersebut mempertemukan dua tim antara Bayern Muenchen yang melawan tamunya Frankfuts.

Laga yang sudah di pertandingkan di Allianz Arena markas dari Bayern Muenchen tersebut berhasil untuk di menangka n oleh publik dari tuan rumah. Bayern Muenchen yang tampil di depan pendukungnya sendiri tersebut mampu untuk menggilas Frankfurt dengan skor akhir 4-1.

Empat gol yang di peroleh dari Bayern Muenchen tercipta melalui beberapa pemainnya yakni Dorsch, Sandro Wagner, Rafinha dan juga Sule. Sedangkan satu gol yang di ciptakan oleh Frankfrut tercipta melalui Haller.

Dengan hasil kemenangan ini membuat Bayern Muenchen masih kokohh di peringkat yang pertama dengan mengemas 81 poin dari 32 pertandingan yang sudah mereka jalani. jelas ini sudah menjadi hasil yang membanggakan bagi mereka yang telah berhasil mengunci gelar terlebih dahulu .

Sedangkan di sisi yang lain dengan hasil kekalahan ini membuat Frankfrut masih berada di posisi ke tujuh dengan meraih 46 poin. Di babak yang pertama, kedua tim sama sama saling gencar untuk bisa melakukan serangan.

Namun Bayern Muenchen yang mampu untuk lebih leluasa dalam menguasai jalannya pertandingan di banding Frankfrut. Bebebarapa peluang tercipta di menit menit awal oleh Bayern Muenchen. Namun sayang penyelesaian akhir daro Bayern Muenchen yang masih buruk membat gawang dari Frankfrut aman dari jebolan mereka.

Bayern Muenchen harus menunggu hingga menit ke 43 untuk bisa memecahkan kebuntuan dalam pertandingan kali ini. Dorsch berhasil mencetak gol setelah menerima umpan dari Sandro Wagner. Hingga pertandingan selesai di babak yang pertama, hanya ada satu gol yang tercipta untuk kedua tim tersebut.

Di babak yang kedua, Bayern Muenchen lebih meningkatkan serangan mereka. Hingga hasilnya mereka juga harus menunggu hingga menit ke 76 untuk bisa menggandakan kedudukan. Kali  ini Sandro Wagner yang mampu untuk menceploskan bola setelah menerima umpan dari Rudy.

Namun dua menit berselang, Frankfrut berhasil untuk bisa memperkecil ketertinggalannya menjadi 1-2 setelah Haller berhasil untuk membuat gol. Namun menjelang menit menit akhir babak yang kedua, Bayern Muenchen berhasil menambah gol lagi di menit ke 87 lewat Rafinha setelah mengkonverikan assist dari Thiago Alcantara.

Hanya butuh tiga menit untuk membuat Bayern Muenchen untuk mencetak go kembali. Bayern Muenchen sukses untuk menutup pesta gol mereka menjadi 4-1 setelah Sule berhasil untuk membuat gol setelah bekerja sama dengan Thiago Alcantara.

Hasilnya pertandingan di babak yang kedua telah selesai antara Bayern Muenchen melawan Frankfrut. Bayern Muenchen menang dengan skor akhir 4-1.

Sevilla resmi pecat Vincenzo Montella dari kursi pelatih

Tak begitu mengenakkan. Mungkin rasa semacam ini sedang di rasakan oleh salah satu pelatih yang baru saja di pecat dari timnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Vincenzo Montella. Pelatih yang mempunyai kebangsaan dari Italia ini sedang menjalani masa yang tidak mengenakkan setelah di pecat oleh Sevilla pada Sabtu (28/04) kemarin.

Pelatih yang mempunyai paras tampan ini tak begitu lama untuk duduk di kursi kepelatihan dari Sevilla. Setelah deretan hasil buruk yang di terima oleh Sevilla di musim ini, pihak manajemen tim sudah mempertimbangkan secara jelas bahwa Vincenzo Montella di pecat atau di berhentikan dari kursi kepelatihan dari Sevilla.

Sevilla sendiri mempunyai target yang pening di awal musim ini sebagai salah satu tim kuda hitam di ajang La Liga Spanyol. Sevilla menginginkan untuk bisa bersaing di papan atas guna mendapatkan gelar jika itu beruntung. Namun sayang, hingga menjelang musim yang akan berakhir ini, Sevilla tak bisa menunjukkan performa dan penampilan terbaiknya dengan tim tim lain.

Sang pelatih Vincenzo Montella yang menjabat sebagai pelatih baru mereka tersebut hanya bisa membawa Sevilla duduk di peringkat ke tujuh dengan memperoleh 48 poin dari 34 pertandingan yang sudah di jalani.

Jelas hasil ini tak begitu bagus jika berkaca seperti musim yang kemarin. Di mana Sevilla mampu untuk finish di posisi lima teratas dan bahkan mampu untuk lolos ke Liga Champions. Semenjak di latih Vincenzo Montella pada 28 Desember 2017 kemarin, mereka gagal untuk mendapatkan kesempatan meraih tiga trofi.

Tiga trofi tersebut ialah La Liga, Copa del Rey dan juga Liga Champions. Di Copa del rey, anak anak asuhan dari Vincenzo Montella hanya bisa menjadi finallis setelah kalah melawan Barcelona di partai final. Di Liga Champions, Vincenzo Montella kembali gagal untuk mendapatkan gelar saat kalah melawan Bayerrn Muenchen.

Jelas ini menjadi pukulan telak bagi Sevilla dan juga pelatihnya Vincenzo Montella. Hasilnya pihak tim telah memutuskan untuk memecat pelatih yang juga pernah melatih AC Milan tersebut. Bukan menjadi suatu hal yang mengejutkan jika Vincenzo Montella di pecat dari kursi kepelatihan dari Sevilla.

Bisa di lihat dari catatan lima pertadingan terakhir yang di dapatkan oleh Sevilla, di mana tak ada satupun pertandingan yang berakhir dengan hasil kemenangan. Bagi Vincenzo Montella sendiri, dari kurun waktu yang kurang lebih lima bulan ini diirnya mendapatkan dua kali masa pemecatan dari dua tim yang berbeda.

Terakhir kali dirinya di pecat oleh pihak AC Milan pada tanggal 27 November 2017, dan pada tanggal 28 April 2018 dirinya di pecat kembali oleh tim barunya yakni Sevilla.