Daftar Rekor Individual Pemain di Piala Dunia

Dalam hitungan hari Piala Dunia 2018 akan digelar di Rusia. Event akbar empat tahunan itu akan digelar sejak 14 Juni hingga 15 Juli 2018. Menyertai momen akbar itu sejumlah rekor individu pemain telah terjadi selama ini.

Para pemain terbaik dari 32 negara yang berpartisipasi di Rusia nanti tentu mengejar pretasi. Namun demikian ada sejumlah prestasi atau rekor individu yang susah dikejar oleh para pemain masa kini. Di antranya pemain yang paling sering juara seperti Pele yang sudah tiga kali mengantar Brasil menjadi juara Piala Dunia masing-masing tahun 1958, 1962, dan 1970.

Daftar rekor Piala Dunia

Rekor Individual Pemain :

Paling Sering Juara – 3, Pele (Brasil, 1958, 1962, 1970)

Pele Brazil

Paling Sering Tampil – 5, Antonio Carbajal (Meksiko, 1950–1966), Lothar Matthaus (Jerman, 1982–1998)

Paling Sering Finis Di Final – 3, Nilton Santos (Brasil 1950, 1958, 1962), Pele (Brasil 1958, 1962, 1970), Pierre Littbarski (Jerman Barat 1982, 1986, 1990), Lothar Matthaus (Jerman Barat 1982, 1986, 1990), Cafu (Brasil, 1994, 1998, 2002), Ronaldo (Brasil, 1994, 1998, 2002)

Paling Sering Finis Di Tiga Besar – 4, Miroslav Klose (Jerman, 2002–2014)

Paling Sering Terpilih Di Tim Terbaik Turnamen – 3, Djalma Santos (Brasil, 1954–1962), Franz Beckenbauer (Jerman Barat, 1966–1974), Philipp Lahm (Jerman, 2006–2014)

Jumlah Penampilan Terbanyak – 25, Lothar Matthaus (Jerman, 1982–1998)

Jumlah Penampilan Terbanyak Di Fase Gugur – 14, Miroslav Klose (Jerman, 2002–2014)

Menit Bermain Terbanyak – 2217 menit, Paolo Maldini (Italia, 1990–2002)

Jumlah Penampilan Terbanyak Di Babak Kualifikasi, – 68, Ivan Hurtado (Ekuador, 1994–2010)

Jumlah Kemenangan Terbanyak – 17, Miroslav Klose (Jerman, 2002–2014)

Penampilan Terbanyak di Final – 3, Cafu (Brszil, 1994, 1998, 2002)

Penampilan Terbanyak di Final dengan Dua Tim Berbeda – 2, Luis Monti (Argentina, 1930 dan Italia, 1934)

Penampilan Terbanyak Sebagai Kapten – 16, Diego Maradona (Argentina, 1986–1994)

Jumlah Turnamen Terbanyak Sebagai Kapten – 4, Rafael Marquez (Meksiko, 2002–2014)

Pemain Termuda – 17 tahun 41 hari, Norman Whiteside (Irlandia Utara), vs Yugoslavia, 17 Juni 1982

Pemain Termuda di Final – 17 tahun 249 hari, Pele (Brasil), vs Swedia, 29 Juni 1958

Pemain Termuda di Babak Kualifikasi – 13 tahun 310 hari, Souleymane Mamam (Togo), vs Zambia, 6 Mei 2001, Grup 1 CAF 2002

Kapten Termuda – 21 tahun 109 hari, Tony Meola (Amerika Serikat), vs Cekoslovakia, 10 Juni 1990

Pemain Tertua – 43 tahun 3 hari, Faryd Mondragon (Kolombia), vs Jepang, 24 Juni 2014

Pemain Tertua di Final – 40 tahun 133 hari, Dino Zoff (Italia), vs Jerman Barat, 11 Juli 1982

Pemain Tertua di Babak Kualifikasi – 46 tahun 175 hari, MacDonald Taylor, Sr. (Kepulauan Virgin AS), vs Saint Kitts-Nevis, 18 Februari 2004, Ronde Pertama CONCACAF 2006.

Kapten Tertua – 40 tahun 292 hari, Peter Shilton (Inggris), vs Italia, 7 Juli 1990

Debutan Tertua – 39 tahun 321 hari, David James (Inggris), vs Aljazair, 18 Juni 2010

Jarak Usia Terjauh dalam Satu Tim – 24 tahun 42 hari, 1994, Kamerun (Rigobert Song: 17 tahun 358 hari; Roger Milla: 42 tahun 35 hari)

Jarak Usia Terjauh dalam Satu Tim Juara – 21 tahun 297 hari, 1982, Italia (Dino Zoff: 40 tahun 133 hari; Giuseppe Bergomi: 18 tahun 201 hari)

Curhat Kapten Chelsea Usai Juara Piala FA

Chelsea akhirnya menjadi kampiun Piala FA musim ini setelah mengalahkan Manchester United di partai final yang digelar di Stadion Wembley, Sabtu (19/05/2018) malam. The Blues membungkam Setan Merah satu gol tanpa balas berkat eksekusi penalti Eden Hazard di menit ke-22.

Kapten Chelsea, Gary Cahill tak bisa menyembunyikan kegembirannya usai memimpin rekan-rekannya meraih trofi Piala FA. Menurut Cahill, gelar tersebut sungguh luar biasa di tengah kegagalan timnya mempertahankan gelar Liga Primer Inggris yang musim ini berlabuh di Stadion Etihad, kandang Manchester City.

Gary Cahill

“Luar biasa. Anda dapat melihat betapa berharganya gelar ini untuk kami, bagi suporter, dan staf. Gelar Piala FA jadi penyelamat kami musim ini,” beber Cahill.

Lebih lanjut pemain asal Inggris itu mengatakan timnya harus berjuang untuk meraih kemenangan itu. Pasalnya Setan Merah begitu mendominasi pertandingan. Statistik mencatatat, The Reds Devils memiliki penguasaan bola hingga 65 persen. Hal ini membuat Chelse tidak punya banyak pilihan untuk menyelamatkan gawangnya dari kebobolan selain dengan bertahan maksimal.

Menurut bek berusia 32 tahun itu, timnya akhirnya mampu bertahan dengan baik hingga wasit Michael Olivier meniup peluit panjang tanda laga usai. “Kami harus melakukan banyak bertahan karena lawan menekan hingga akhir. Kami melakukan kerja dengan baik,” sambungnya.

Ini merupakan gelar Piala FA kedelapan bagi klub yang bermarkas di Stadion Stamford Bridge itu setelah terakhir kali menjadi juara pada musim 2011/2012. Bagi Cahill trofi ini sangat spesial karena ini menjadi gelar pertamanya sebagai kapten Chelsea. “Mimpi ini menjadi nyata karena ini adalah trofi pertama saya sebagai kapten. Ini sangat spesial untuk saya,” lanjutnya.

Cahill sudah menjadi pemain Chelsea saat merebut gelar Piala FA enam tahun silam. Namun saat itu Cahill kalah bersaing dengan sederet pemain senior lainnya. Ia pun hanya menghiasi bangku cadangan saat Jhon Terry memimpin Chelsea menjadi juara Piala FA.  “Saya tidak bermain pada 2012. Dari sudut pandang egois, itu bukan perasaan yang sama ketika Anda belum memenanginya di lapangan,” pungkasnya.

Sementara itu pelatih United, Jose Mourinho mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Menurut mantan pelatih Chelsea itu timnya seharusnya menjadi pemenang. Selain menguasai pertandingan, ia menilai timnya juga memiliki peluang jauh lebih banyak yakni 18 peluang berbanding enam peluang milik Chelsea.

“Setiap kekalahan menyakitkan, tapi buat saya secara pribadi itu tidak begitu menyakitkan ketika Anda memberikan segala sesuatunya dan Anda pergi tanpa penyesalan apa pun,” tandas Mourinho.

Meski begitu Mourinho mengaku dirinya bisa meninggalkan lapangan dengan kepala tegak. Hal ini berbeda ketika timnya dipermalukan tim papan bawah, Newcastle United beberapa waktu lalu.

“Saya lebih suka kalah seperti hari ini ketimbang kalah seperti yang kami lakukan, misalnya di Newcastle. Saya meninggalkan lapangan dengan perasaan senang kepada mereka. Buat saya, itu sangat penting,” sambungnya.

Tak Ada Ibrahimovic di Skuad Final Swedia di Piala Dunia 2018

Tim nasional Swedia akhirnya merilis 23 pemain yang akan ambil bagian di putaran final Piala Dunia 2018. Berbeda dengan kontestan lain, Swedia langsung merilis skuad akhir, alih-alih skuad bayangan terlebih dahulu. Menariknya dalam daftar tersebut tidak ada nama Zlatan Ibrahimovic. Sebelumnya mantan pemain Manchester United itu sempat diisukan akan kembali memperkuat Swedia.

Dalam sejumlah keterangannya, Ibrahimovic mengutarakan keinginannya untuk kembali memperkuat tim nasional Swedia terutama di Piala Dunia 2018. Pemain yang kini telah berusia 33 tahun itu bahkan pernah mengatakan Piala Dunia 2018 akan terasa hambar tanpa dirinya.

Pernyataan Ibrahimovic ini sempat menjadi polemic, termasuk di kalangan internal. Sejumlah pemain menyatakan keberatan bila Ibrahimovic kembali masuk tim nasional. Ternyata pelatih timnas Swedia, Janne Andersson lebih memilih tanpa Ibrahimovic di Rusia nanti.

Ibrahimovic

Dalam keterangannya,  Andersson mengatakan timnya optimis mampu berbicara banyak di putaran final nanti. Apalagi timnya telah membuktikan diri selama babak kualifikasi zona Eropa. Meski harus menjalani babak play-off, Swedia mampu menguburkan harapan Italia ke Rusia. Swedia mampu memenangkan duel play-off menghadapi Italia.

“Saya pikir, kami telah menunjukkan di babak kualifikasi dan play-off, bahwa kami bisa tampil dengan sangat baik dengan skuad yang sama (tanpa Ibrahimovic). Saya harap kekuatan itu masih ada,” tandas Andersson.

Sebagai ganti Ibrahimovic, Swedia akan mengandalkan Marcus Berg (Al-Ain), Ola Toivonen (Toulouse),
John Guidetti (Celta Vigo), dan Isaac Kiese-Thelin (Waasland-Beveren). Sang kapten Andreas Granqvist akan memimpin lini belakang bersama Mikael Lustig (Celtic), Victor Nilsson-Lindelof (Manchester United), dan Ludwig Augustinsson (Werder Bremen). Andersson memanggil Robin Olsen (FC Copenhagen), Karl-Johan Johnsson (Guingamp), dan Kristoffer Nordfeldt (Swansea City) untuk bersaiang di bawah mistar gawang.

Sebagaimana diketaui di putaran final Piala Dunia 2018, Swedia tergabung di Grup F bersama Korea Selatan, Meksiko, dan juara bertahan, Jerman.

Berikut susunan skuad akhir Timnas Swedia untuk Piala Dunia 2018

Kiper:
Robin Olsen (FC Copenhagen)
Karl-Johan Johnsson (Guingamp)
Kristoffer Nordfeldt (Swansea City)

Belakang:
Mikael Lustig (Celtic)
Victor Nilsson-Lindelof (Manchester United)
Andreas Granqvist (Krasnodar)
Martin Olsson (Swansea City)
Ludwig Augustinsson (Werder Bremen)
Filip Helander (Bologna)
Pontus Jansson (Leeds United)
Emil Krafth (Bologna)

Tengah:
Emil Forsberg (RB Leipzig)
Albin Ekdal (Hamburg)
Viktor Claesson (Krasnodar)
Gustav Svensson (Seattle Sounders)
Sebastian Larsson (Hull City)
Jimmy Durmaz (Toulouse)
Oscar Hiljemark (Genoa)
Marcus Rohden (Crotone)

Depan:
Marcus Berg (Al-Ain)
Ola Toivonen (Toulouse)
John Guidetti (Celta Vigo)
Isaac Kiese-Thelin (Waasland-Beveren)

Ronaldo dan Sederet Muka Lama Isi Skuad Bayangan Portugal di Piala Dunia 2018

Pelatih tim nasional Portugal, Fernando Santos sudah merilis 23 nama yang mengisi skuad bayangan tim nasional untuk Piala Dunia 2018. Dalam daftar tersebut, sang pelatih masih mengandalkan sederet muka lama. Selain Cristiano Ronaldo yang kembali menjadi andalan Selecao di Rusia pada Juni hingga Juli nanti, ada pula nama pemain senior seperti kiper Rui Patricio, bek Bruno Alves dan Pepe, serta gelandang Joao Moutinho dan Bruno Fernandes.

Saat ini Rui Patricio menjadi andalan klub Portugal, Sporting CP. Sementara Bruno Alves bermain untuk Rangers FC dan Pepe bermain untuk klub Turki, Besiktas setelah meninggalkan Real Madrid. Adapun Joao Moutinho dan Bruno Fernandes masing-masing memperkuat AS Monaco dan Sporting CP. Selain nama-nama di atas terhitung ada 10 pemain yang turut mengantar Portugal menjadi juara Piala Eropa 2016 kembali dipertahankan untuk tampil di Piala Dunia 2018 ini.

Berbeda nasib dengan para pemain tersebut, dua pemain yang tampil cukup baik di level klub harus menguburkan impian tampil di event akbar empat tahunan tersebut. Kedua pemain itu adalah gelandang tengah Andre Gomes dan bek kanan Nelson Semedo. Bisa jadi Gomes tak dipanggil Santos karena ia gagal bersaing di tim utama Barcelona musim lalu. Selain itu Santos memiliki cukup stok pemain tengah seperti Adrien Silva (Leicester), Bruno Fernandes (Sporting CP), Joao Mario (West Ham United), Joao Moutinho (AS Monaco), Manuel Fernandes (Lokomotiv Moskva), dan William Carvalho (Sporting CP).

Sementara itu tiadanya nama Nelson Semedo cukup mengagetkan. Pasalnya bek berusia 24 tahun itu tampil baik di lini pertahanan Barcelona. Ia kerap menjadi pilihan utama pelatih Barcelona, Ernesto Valverde untuk mengisi pos bek kanan. Sebagai gantinya Santos memanggil Cedric Soares dan Ricardo Pereira.

Santos berdalih dirinya tak bisa memanggil semua pemain karena kuota terbatas. Ia tidak bisa menyertakan semua pemain yang ikut andil mengantar Portugal menjadi juara Eropa. “Menyedihkan karena kami tak bisa memanggil semua pemain yang meraih gelar Piala Eropa 2016 untuk Portugal. Semua pemain berperan besar dalam membuat sejarah bagi persepak bolaan Portugal,” beber Santos.

Berikut daftar 23 pemain yang masuk skuad bayangan timnas Portugal di Piala Dunia 2018:

Kiper: Anthony Lopes (Lyon), Beto (Goztepe), Rui Patricio (Sporting CP).

Bek: Bruno Alves (Rangers FC), Cedric Soares (Southampton), Jose Fonte (Dalian Yifang), Mario Rui (Napoli), Pepe (Besiktas), Raphael Guerreiro (Borussia Dortmund), Ricardo Pereira (Porto), Ruben Dias (Benfica).

Gelandang: Adrien Silva (Leicester), Bruno Fernandes (Sporting CP), Joao Mario (West Ham United), Joao Moutinho (AS Monaco), Manuel Fernandes (Lokomotiv Moskva), William Carvalho (Sporting CP).

Penyerang: Andre Silva (AC Milan), Bernardo Silva (Manchester City), Cristiano Ronaldo (Real Madrid), Gelson Martins (Sporting CP), Goncalo Guedes (Valencia), Ricardo Quaresma (Besiktas).

Radamel Falcao dan James Rodriguez Masuk Skuad Bayangan Kolombia di Piala Dunia 2018

Tim nasional Kolombia sepertinya masih mengandalkan para pemain senior di Piala Dunia 2018. Nama-nama kawakan seperti Radamel Falcao, James Rodriguez, Yerry Mina dan Juan Cuadrado kembali masuk dalam daftar pemain sementara yang dipanggil José Pekerman.

Pemanggilan Falcao dan James cukup beralasan. Falcao memang sempat mengalami masa sulit saat merumput di Liga Primer Inggris bersama Chelsea dan Manchester United. Namun performanya kembali membaik setelah kembali ke Ligue 1 Prancis bersama AS Monaco. Falcao sangat berambisi mendapat tempat di Piala Dunia kali ini mengingat ia absen di Piala Dunia edisi sebelumnya karena dibekap cedera cruciate ligament. Sedihnya ia mengalami cedera tersebut hanya beberapa hari sebelum kick-off event akbar empat tahunan itu.

Sementara itu James kembali mendapat menit bermain setelah bergabung dengan Bayern Muenchen. Ia menjadi salah satu pemain kunci Die Roten dalam mempertahankan gelar Bundesliga, termasuk mengantar timnya hingga ke semi final Liga Champions musim ini. Sebelumnya mantan pemain AS Monaco itu kesulitan bersaing di Real Madrid. Ia akhirnya dibuang pelatih Zinedine Zidane ke Bundesliga.

Selain nama-nama itu Pekerman juga memanggil Juan Cuadrado dan David Ospina. Cuadrado merupakan andalan Juventus musim ini. Sementara Ospina menjadi andalan Arsenal di Liga Primer Inggris. Bagi kedua pemain tersebut Piala Dunia kali ini menjadi yang kedua setelah ambil bagian pada edisi sebelumnya di Brasil.

Selanjutnya dari 35 pemain yang masuk skuad bayangan ini akan diseleksi lagi. Pekerman akan memilih 20 an pemain yang akan mengisi skuad akhir untuk ambil bagian di putaran final Piala Dunia.

Berikut skuat bayangan timnas Kolombia di Piala Dunia 2018:

Penjaga gawang: David Ospina (Arsenal), Camilo Vargas (Deportivo Cali), Iván Arboleda (Banfield), José Fernando Cuadrado (Once Caldas)

Bek: Cristian Zapata (Milan), Dávinson Sánchez (Tottenham), Santiago Arias (PSV Eindhoven), Óscar Murillo (Pachuca), Frank Fabra (Boca Juniors), Johan Mojica (Girona ), Yerry Mina (Barcelona), William Tesillo (Santa Fe), Bernardo Espinosa (Girona), Stefan Medina (Monterrey), Farid Díaz (Olimpia)

Gelandang: Wílmar Barrios (Boca Juniors), Carlos Sánchez (Espanyol), Jefferson Lerma (Levante), José Izquierdo, (Brighton Hove & Albion), James Rodríguez, (Bayern Múnich), Giovanni Moreno (Shanghái Shenhua), Abel Aguilar (Deportivo Cali), Mateus Uribe (América), Yimmi Chará (Júnior)Juan Fernando Quintero (River Plate), Edwin Cardona (Boca Juniors), Juan Guillermo Cuadrado (Juventus), Gustavo Cuéllar (Flamengo), Sebastián Pérez (Boca Juniors)

Penyerang: Radamel Falcao García (Mónaco), Duván Zapata (Sampdoria), Miguel Borja (Palmeiras), Carlos Bacca (Villarreal), Luis Fernando Muriel (Sevilla),Teófilo Gutiérrez (Júnior)

Ada Nama Icardi dan Dybala dalam Daftar Sementara Pemain Timnas Argentina di Piala Dunia 2018

Pelatih tim nasional Argentina, Jorge Sampaoli memasukan nama Mauro Icardi dan Paulo Dybala dalam daftar 35 pemain yang mengisi skuad sementara Tim Tango untuk Piala Dunia 2018. Icardi yang menjadi andalan klub Serie A Italia, Inter Milan dalam beberapa musim terakhir sempat diragukan akan diboyong ke putaran final event akbar empat tahunan tersebut.

Icardi selalu menjadi tumpuan di lini serang Internazionale Milano dalam empat musim terakhir. Bahkan ia selalu menjadi penyumbang gol terbanyak dari musim ke musim. Musim ini pemain berusia 25 tahun itu telah mengemas 28 gol dan menjadi kandidat peraih sepatu emas untuk prestasi menjadi pencetak gol terbanyak dalam semusim.

Mauro Icardi

Begitu juga Dybala yang tampil baik bersama klub Serie A lainnya, Juventus. Dybala telah mencetak 22 gol, bahkan jumlah golnya lebih banyak dari Higuain yang baru mencetak 16 gol. Kedua pemain itu dinilai kalah bersaing dengan beberapa striker senior seperti Lionel Messi dan Gonzalo Higuain. Namun demikian masuknya nama kedua pemain tersebut dalam skuad bayangan ini belum menjadi jaminan bakal dibawa ke Rusia nanti.

Sampaoli akan melakukan seleksi untuk memutuskan 23 nama yang akan tampil di putaran final nanti. Jelas sulit bagi Icardi dan Dybala untuk menggeser posisi Messi dan Higuain. Selain keempat pemain itu, Sampaoli juga memasukan nama Sergio Aguero yang menjadi tumpuan lini serang Manchester City, serta dua pemain yang tampil di liga domestik yakni Lautaro Martinez (Racing Club) dan Cristian Pavon (Boca Juniors).

Berikut 35 pemain sementara skuad Argentina untuk Piala Dunia 2018:

Kiper: Sergio Romero (Manchester United), Wilfredo Caballero (Chelsea), Franco Armani (River Plate), Nahuel Guzmán (Tigres)

Bek: Gabriel Mercado (Sevilla), Federico Fazio (AS Roma), Marcos Rojo (Manchester United), Nicolas Otamendi (Manchester City), Ramiro Funes Mori (Everton), German Pezzella (Fiorentina), Nicolas Tagliafico (Ajax), Cristian Ansaldi (Torino)

Gelandang: Javier Mascherano (Hebei China Fortune), Eduardo Salvio (Benfica), Marcos Acuna (Sporting CP), Leandro Paredes (Zenit St Petersburg), Pablo Perez (Boca Juniors), Rodrigo Battaglia (Sporting CP), Ever Banega (Sevilla), Enzo Perez (River Plate), Lucas Biglia (AC Milan), Manuel Lanzini (West Ham United), Giovani Lo Celso (Paris Saint-Germain), Maximiliano Meza (Independiente], Angel Di Maria (Paris Saint-Germain), Diego Perotti (AS Roma), Guido Pizarro (Sevilla), Ricardo Centurion (Racing Club)

Penyerang: Lionel Messi (FC Barcelona), Sergio Aguero (Manchester City), Gonzalo Higuain (Juventus), Lautaro Martinez (Racing Club), Cristian Pavon (Boca Juniors), Paulo Dybala (Juventus), Mauro Icardi (Inter Milan)

Eredivisie selesai, musim 2017-2018 penuh dengan drama

Eredivisie Belanda di musim 2017 – 2018 sudah rampung untuk bisa di jalani. 18 tim sudah menyelesaikan 34 laga dengan hasil yang berbeda beda. Di musim ini penuh dengan drama, di karenakan persaingan menuju tahta gelar juara sedikit lebih sengit serta degradasi yang mencekam untuk di rasakan.

Banyak penggemar dari sepak bola yang tak begitu akrab dengan salah satu ajang kompetisis sepak bola di benua eropa yakni Eredivisie Belanda ini. Persaingan di Liga Belanda memang tak banyak orang yang menyukainya serta menjagokan siapa kah tim yang akan meraih kemenangan atau gelar di akhir musim.

Namun jika kita di selami lebih dalam lagi, Eredivisie Belanda di musim ini sedikit mempunyai cerita menarik dan drama yang dapat kita lihat. Musim 2017 – 2018 mungkin musim yang sengit bagi semua kontestan yang mengikuti ajang tersebut. Pertama ialah, Feyenoord yang merupakan juara bertahan di musim kemarin harus merosot performanya setelah kalah bersaing dengan tim tim lain untum memperebutkan tahta gelar.

Mereka harus terperosot hingga posisi  ke empat dengan memperoleh 66 poin saja. Jelas hasil tersebut berbanding terbalik daripada musim kemarin. Selanjutnya ialah PSV Eindhoven, Ajax Amsterdam dan juga AZ merupakan tiga tim yang bersaing hingga musim resmi berakhir untuk dapat memperoleh gelar.

Namun pada akhirnya PSV Eindhoven mampu untuk keluar sebagai juara di musim ini dengan persaingan yang sengit setelah mereka jalani. Mereka menutup musim ini dengan meraih 83 poin dari 34 laga yang sudah di jalani. Ketiga ialah, setelah musim berakhir tentu ada tim yang memperoleh tiket menuju Liga Champions di musim depan.

Eredivisie Belanda hanya di berikan dua tiket untuk bisa memberikan wakil mereka ke pentas utama benua biru. Dua tim yang mendapatkan tiket ke Liga Champions di musim depan ialah PSV Eindhoven sendiri serta Ajax Amsterdam di posisi ke dua.

Di sisi yang lain UEFA juga memberikan satu kuota untuk Eredivisie Belanda agar mengikuti Liga Europa. Dan satu nama yang lolos mendapatkan tiker Liga Europa musim depan ialah AZ. AZ  di pastiak memperoleh tiket menuju Liga Europa musim depan karena mampu untuk finish di urutan ketiga.

Di sisi yang lain satu tim yang mengejutkan ialah Twente yang harus terdegradasi karena menduduki peringkat terakhir sebagai juru kunci di musim ini dengan memperoleh raihan 24 poin dari 34 pertandingan yang sudah di jalani.

Bergantiya musim ini membuat banyak drama dan persaingan tak mudah untuk bisa di lupakan. Semua tim akan mencoba untuk belajar lebih baik lagi saat menjalani musim depan dengan persaingan yang lebih kuat dan mendalam.

Manchester United Pasrah Dengan Hijrahnya Dua Bek Mereka

Manchester United di musim ini tampil dengan cukup baik, walaupun gagal untuk meraih gelar. Kemungkinan besar mereka akan mencoba untuk mendatangkan beberapa pemain lagi untuk bisa menambal kelemahan tim yang ada seperti musim ini.

Ada pemain datang, pasti akan ada pemain yang pergi. Di musim ini terdapat dua nama pemain yang kemungkinan akan hengkang dari Manchester United karena tak mendapatkan menit bermain yang cukup oleh sang manager Jose Mourinho. Sering mendapat kursi cadangan, kemungkinan dua pemain ini akan membuat Manchester United pasrah merelakan mereka pergi di akhir musim ini nanti.

Ya, dua nama tersebut siapa lagi kalau bukan Daley Blind dan juga Matteo Darmian. Dua pemain yang sama sama menempati posisi dari bek kanan dan kiri ini kemungkinan besar akan angkat kaki secepatnya dari Manchester United. Baik Daley Blind dan juga Matteo Darmian mendapatkan jalannya pekerjaan yang tidak begitu baik di musim ini.

Mereka berdua sangat minim untuk memperolehjam terbang yang lebih banyak di bandingkan pemain pemain lain. Hal tersebut memungkinkan keduanya untuk bisa hijrah dari tanah Inggris. Daley Blind di musim ini hanya di mainkan sebanyak enam kali oleh sang manager Jose Mourinho di liga domestik.

Dirinya harus segera munggkin untuk angkat kaki di musim ini, karena posisi yang dirinya tempati sangat  tak menjanjikan untuk tetap di tempati di awal musim nanti. Bagaimana tidak, Blind masih kalah bersaing dengan Young dan pemain pengganti kedua Manchester United yang di percayai yakni  Shaw.

Sedangkan di sisi yang lain, Darmian juga hampir  sama persis dengan Daley Blind. Di mana dirinya hanya mendapatkan enam kali kesempatan untuk bisa di tutunkan dalam pertandingan liga domestik. Di sisi yang lain Darmian masih belum bisa untuk mengungguli Valencia yang sudah menjadi pemain tetap di posisi bek sebelah kanan.

Hal ini membuat Darmian kemungkinan akan angkat kaki secepatnya dari tanah Inggris  di akhir musim ini. kepindahan dari dua pemain ini sudah beredar sejak beberapa pekan yang lalu. Dan kemungkinan terdapat beberapa tim yang sudah mengantri untuk mendapatkan jasa mereka berdua.

Blind kemungkinan besar akan merapat ke Barcelona atau kembali lagi ke Ajax. Sedangkan di sisi yang lain, Matteo Darmian akan menjadi incaran tim-tim lain di Liga Serie A Italia seperti halnya Napoli dan juga Juventus. Namun kepindahan dari dua pemain ini masih menjadi suatu hal yang akan di rencanakan sesudah musim berakhir.

Jika benar benar pindah, maka Manchester United akan mencoba untuk pasrah dengan hal ini. memang ini yang terbaik bagi mereka yang masih ingin mendapatkan menit bermain di dalam timnya.

Tiga pemain sabet penghargaan di MUFC POTY 2018

Manchester United baru saja selesaii untuk mengadakan acara penerimaan penghargaan di MUFC POTY 2018. Dalam acara ini tiga pemain yang di miliki oleh Manchester United di skuad utama mendapatkan penghargaan karena menampilkan permainan yang mengagumkan di musim ini.

Dalam penerimaan penghargaan di MUFC TOPY 2018 ini, semua pemain Manchester United hadir dalam acara tersebut. Bukan hanya Manchester United inti saja yang datang dalam pertandingan kali ini. Manchester United U-19 dan yang lain menghandiri acara yang sangat meriah dari kubu Manchester United tersebut.

Dua pemain yang berlaga di skuad Manchester United utama yakni David De Gea dan juga Nemanja Matic mampu untuk menyabet penghargaan tersebut dengan sangat baik. Semua pemain menggunakan kemeja rapi dan saling untuk membawa pasangannya sendiri sendiri.

De Gea mampu ujntuk menyabet dua gelar dalam pertandinhan kali ini. Yakni yang pertama dirinya mendapatkan penghargaan sebagai Player’s Player og the year dan juga penghargaan dari Sir Matt Busby player of the year. Kemudian ada Nemanja Matic yang berhasil untuk mendapatkan penghargaan sebagai pencetak gol terbaik atau gol of the Season.

Dan yang terakhir ialah Scott McTominay. Pemain yang mempunyai tinggi 192 cm ini mendapatkan penghargaan sebagai Manager’s Player of the year. Yang di mana kemungkinan besar ialah McTominay merupakan salag satunya pemain kesayangan dari sang manager Jose Mourinho di Manchester United untuk musim ini.

Dirinya menunjukkan permainan serta kontribusi yang hebat kala di berikan kesempatahn bermain oleh Manchester United. Sedangkan di sisi yang lain, David De Gea memperoleh penghargaan tersebut di karenakan dirnya sudah tampil sebaik mungkin di musim ini. bahkan David De Gea sudah mencatatkan 17 kli cleessheat di musim ini.

Kemudian perlu untuk di ketahui bahwa David de Dea baru pertama kali ini untuk mendapatkan penghargaan di Sir Matt Busby og the year. Hal tersebut jelas tidak terlepas dari kontribusinya yang begitu menjanjian kala di berikan kesempatan oleh sang pelatih Jose Mourinho.

Sedangkan di sisi yang lain, Nemanja Matic  juga memperoleh penghargaan di acara tersebut. pemain yang mempunyai kebangsaan dari Serbia ini mendapatkan pengahrgaan kala membuat gol indah ke gawang Crystal Palace beberapa waktu yang lalu.

Lewat gol tersebut, Nemanja Matic di berikan man of the match serta penghargaan dari  Manchester United untuk bisa membawa tim meraih hasil yang maksimal atas tam mereka yakni Crystal Palace.

Penghargaan yang di terima oleh beberapa pemain milik Manchester United ini di mengakibatkan semua pemain lebih semangat lagi dalam mencari hasil yang positif di tiga laga sisa yang akan di jalani oleh Manchester United ini.

Frankfrut kalah telak di markas The Bavarian

Pertandingan dala, lanjutan Bundesliga Jerman di pekan ke 32 sudah di selengarakan pada hari Sabtu (28/04) malam hari waktu setempat. Salah satu pertandingan tersebut mempertemukan dua tim antara Bayern Muenchen yang melawan tamunya Frankfuts.

Laga yang sudah di pertandingkan di Allianz Arena markas dari Bayern Muenchen tersebut berhasil untuk di menangka n oleh publik dari tuan rumah. Bayern Muenchen yang tampil di depan pendukungnya sendiri tersebut mampu untuk menggilas Frankfurt dengan skor akhir 4-1.

Empat gol yang di peroleh dari Bayern Muenchen tercipta melalui beberapa pemainnya yakni Dorsch, Sandro Wagner, Rafinha dan juga Sule. Sedangkan satu gol yang di ciptakan oleh Frankfrut tercipta melalui Haller.

Dengan hasil kemenangan ini membuat Bayern Muenchen masih kokohh di peringkat yang pertama dengan mengemas 81 poin dari 32 pertandingan yang sudah mereka jalani. jelas ini sudah menjadi hasil yang membanggakan bagi mereka yang telah berhasil mengunci gelar terlebih dahulu .

Sedangkan di sisi yang lain dengan hasil kekalahan ini membuat Frankfrut masih berada di posisi ke tujuh dengan meraih 46 poin. Di babak yang pertama, kedua tim sama sama saling gencar untuk bisa melakukan serangan.

Namun Bayern Muenchen yang mampu untuk lebih leluasa dalam menguasai jalannya pertandingan di banding Frankfrut. Bebebarapa peluang tercipta di menit menit awal oleh Bayern Muenchen. Namun sayang penyelesaian akhir daro Bayern Muenchen yang masih buruk membat gawang dari Frankfrut aman dari jebolan mereka.

Bayern Muenchen harus menunggu hingga menit ke 43 untuk bisa memecahkan kebuntuan dalam pertandingan kali ini. Dorsch berhasil mencetak gol setelah menerima umpan dari Sandro Wagner. Hingga pertandingan selesai di babak yang pertama, hanya ada satu gol yang tercipta untuk kedua tim tersebut.

Di babak yang kedua, Bayern Muenchen lebih meningkatkan serangan mereka. Hingga hasilnya mereka juga harus menunggu hingga menit ke 76 untuk bisa menggandakan kedudukan. Kali  ini Sandro Wagner yang mampu untuk menceploskan bola setelah menerima umpan dari Rudy.

Namun dua menit berselang, Frankfrut berhasil untuk bisa memperkecil ketertinggalannya menjadi 1-2 setelah Haller berhasil untuk membuat gol. Namun menjelang menit menit akhir babak yang kedua, Bayern Muenchen berhasil menambah gol lagi di menit ke 87 lewat Rafinha setelah mengkonverikan assist dari Thiago Alcantara.

Hanya butuh tiga menit untuk membuat Bayern Muenchen untuk mencetak go kembali. Bayern Muenchen sukses untuk menutup pesta gol mereka menjadi 4-1 setelah Sule berhasil untuk membuat gol setelah bekerja sama dengan Thiago Alcantara.

Hasilnya pertandingan di babak yang kedua telah selesai antara Bayern Muenchen melawan Frankfrut. Bayern Muenchen menang dengan skor akhir 4-1.